logo Kompas.id
β€Ί
Opiniβ€ΊPilkada, Korupsi, dan...
Iklan

Pilkada, Korupsi, dan Kesejahteraan

Kejelian masyarakat untuk memilih kepala daerah yang cakap dan berpengalaman akan memengaruhi kualitas pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan serta meningkatkan kesejahteraan publik di daerah.

Oleh
ARYA FERNANDES
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/y1y_0vrH3VH7XzeBJFkwfAX5qTc=/1024x1061/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F12%2F20201206-Opini-6_web_1607262030.jpg

Di tengah era pandemi Covid-19, masyarakat akan memilih kepala daerah dalam pilkada serentak pada 9 Desember 2020. Pilkada akan dilaksanakan di 270 wilayah di Indonesia.

Kejelian masyarakat untuk memilih kepala daerah yang cakap dan berpengalaman akan memengaruhi kualitas pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan serta meningkatkan kesejahteraan publik di daerah. Bagaimana dampak pilkada terhadap terbentuknya pemerintahan daerah yang berkomitmen terhadap pemberantasan korupsi serta kesejahteraan publik?

Editor:
yohaneskrisnawan
Bagikan