logo Kompas.id
β€Ί
Opiniβ€ΊDrupadi Terkapar di Jalanan...
Iklan

Drupadi Terkapar di Jalanan Kota

Samirah mengenang saat-saat ia ditahbiskan sebagai tandak, seperti penobatan seorang dewi yang rupawan dengan kemampuan menari tak tertandingi. Namun, hidupnya kemudian terkatung-katung, menggelandang di Kota Surabaya.

Oleh
Putu Fajar Arcana
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/R9tzMLC2mKEzHejy98_-mB3Riu0=/1024x1024/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F08%2F20190806iam-CAN-drawing_1565107548.jpg
Kompas

Putu Fajar Arcana, wartawan Kompas.

Kalau masih hidup, Samirah kini berusia 70 tahun. Aku bertemu dengannya di sebuah kamar kos-kosan yang sempit, letaknya menyempil di sebuah gang di kawasan Terminal Kijang Karangpilang, Surabaya.

Pertemuan itu sudah berlangsung tahun 2002 ketika Samirah berusia 52 tahun. Walau gurat-gurat kepenariannya masih tampak, tubuhnya ringkih, pipi dan matanya cekung akibat beban hidup yang berat.

Editor:
Sri Rejeki
Bagikan