logo Kompas.id
OpiniLaut Gunung Mempertemukan Keindahan

Laut Gunung Mempertemukan Keindahan

Mengapa rakyat Bali melawan keras rencana reklamasi Teluk Benoa? Penolakan itu tidaklah berarti kebencian terhadap modal. Namun, penumpukan modal dan pencemaran wilayah suci di selatan kian tak bisa ditoleransi.

Oleh
Putu Fajar Arcana
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas

Putu Fajar Arcana, wartawan Kompas

Kau mungkin tak percaya jika setiap Senin pagi aku duduk di teras rumah untuk menyelesaikan hamparan kata-kata yang kini ada di hadapanmu ini. Teras adalah ruang kerja paling inspiratif, selain bisa bebas menghirup udara pagi yang segar, juga berinteraksi langsung dengan penghuni kompleks yang lalu lalang membeli sayur.

Tukang sayur kami, yang bernama Ipin, akan tepat nongkrong di depan rumahku. Biasanya para ibu dan asisten rumah tangga akan merasa lebih leluasa untuk mengobrol. Predikat majikan dan pembantu untuk sementara ”terlupakan”.

Editor:
Sri Rejeki
Bagikan