logo Kompas.id
OpiniNasionalisme Bukan Musiman
Iklan

Nasionalisme Bukan Musiman

Seorang pelaku industri musik pernah mengingatkan, lagu cinta Tanah Air sebaiknya diperdengarkan tidak hanya pada hari besar kebangsaan, melainkan agar setiap saat. Karena, katanya, nasionalisme itu bukan musiman.

Oleh
Frans Sartono
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/2VMJSDfE3j3H_6GQc75OB4cxC6E=/1024x1024/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F11%2FMAS-XAR-PROFILE_1575002737.jpg
Kompas

Frans Sartono, Wartawan di Kompas Gramedia 1989-2019.

Lagu pop bertema cinta Tanah Air hadir dari masa ke masa. Tema bisa berupa pemujaan terhadap kekayaan dan keindahan negeri, heroisme, romantisisme, hingga dramatika perjuangan. Biasanya pada bulan Agustus, lagu-lagu patriotik semacam itu akan ramai diperdengarkan.

”Merah putih teruslah kau berkibar…. Di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini...” Itu sepotong lirik lagu ”Bendera” karya Eross Candra yang dibawakan band Cokelat. Lagu tersebut menjadi lagu tema film Bendera arahan sutradara Nan T Achnas, yang beredar tahun 2002.

Editor:
Sri Rejeki
Bagikan