logo Kompas.id
OpiniArtikel OpiniIdul Adha, Kontekstualisasi Perjuangan Nabi Ibrahim

Idul Adha, Kontekstualisasi Perjuangan Nabi Ibrahim

Menyikapi beragam tantangan bersama, eliminasi egoisme kelompok dan kesabaran atau keteguhan menghadapi persoalan kehidupan di era adaptasi kebiasaan baru merupakan modal utama yang harus ditumbuhkembangkan.

Oleh Abd A’la
· 1 menit baca
Memuat data...

Salah seorang anggota jemaah haji berdoa di Bukit Arafah, yang juga disebut sebagai Jabal Rahmah, di sebelah tenggara kota suci Mekkah, Kamis (30/7/2020). Ibadah haji tahun ini berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Salah satu nilai penting hari raya Idul Adha adalah penyegaran ingatan kita atas totalitas komitmen, sikap, dan perilaku Nabi Ibrahim (AS) dalam melaksanakan perintah sang Ilahi untuk membangun kehidupan. Hari raya kurban mencerminkan senyatanya praksis eliminasi egoisme manusia dan pada saat yang sama menumbuhkembangkan kebersamaan dan solidaritas sosial.

Semua itu diletakkan dalam kerangka visi dan misi untuk mengemban amanah sebagai wakil Tuhan di muka bumi. Tugas utama yang dipikul Ibrahim adalah melabuhkan kesejahteraan lahir batin dan kemakmuran hidup umat manusia melalui peneguhan spiritualitas humanistik, hubungan berkelanjutan secara horizontal antara sesama, dan secara vertikal antara manusia dan sang Pencipta, dan peneguhan kelestarian lingkungan dan ekosistem alam semesta.

Editor: Yohanes Krisnawan
Bagikan
Memuat data..