logo Kompas.id
OpiniNormal Baru dan Amnesia...
Iklan

Normal Baru dan Amnesia Lingkungan

Rupanya manusia memang amat cepat mengalami amnesia. Cara hidup sak madya (secukupnya) yang dipaksakan oleh pandemi Covid-19—selama lebih dari 100 hari—ternyata tidak meninggalkan bekas yang terlalu dalam.

Oleh
Budi Widianarko
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/C6pahmq4EK0rciqieG-ySfwZSEI=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F05%2F5727c93c-af8b-42dc-860f-464d8b596601_jpg.jpg
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Di bawah Langit Biru

Langit biru nan cerah selalu membangkitkan kekaguman. Langit biru sekaligus mengobati kerinduan para penghuni kota yang sehari-hari disuguhi citra langit yang kusam nan muram. Maka, tak heran, gambar langit biru dan jernih yang diambil di banyak kota besar dunia yang sedang di-lockdown akibat pandemi Covid-19 mengundang decak kagum kita semua. Citra lingkungan yang murni, bersih tak tercemar, telah mengembuskan getaran kebahagiaan ekologis universal.

Media pun berlomba menyampaikan aneka kabar baik tentang pemulihan kualitas lingkungan. Media Inggris, The Independent, menyebut virus korona tipe baru dapat memicu penurunan kadar karbondioksida global hingga 5 persen, terbesar sejak Perang Dunia II. Begitu pula kadar nitrogen dioksida dan particulate matter atmosfer enam mingguan (1/1/2020-10/2/2020) turun sepertiga hingga setengahnya pada 15/2/2020-25/3/2020.

Editor:
yohaneskrisnawan
Bagikan