logo Kompas.id
OpiniSuku Bunga Acuan Kala Pandemi

Suku Bunga Acuan Kala Pandemi

Langkah BI menurunkan BI-7DRR di tengah pandemi ini perlu dimaknai sebagai upaya konkret dalam mendorong ekspektasi positif untuk percepatan pemulihan ekonomi Indonesia.

Oleh
Kristianus Pramudito Isyunanda
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/B6bztVOKRpBR-xaBL_I7KIIrJKA=/1024x577/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F04%2FDSC00042_1585820412.jpg
BANK INDONESIA UNTUK KOMPAS

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam pemaparan perkembangan ekonomi terkini di Jakarta, Kamis (2/4/2020). Ia menilai mekanisme pasar keuangan saat ini tengah menghadapi situasi yang tidak normal akibat pandemi Covid-19 yang berimbas pada kapasitas pasar dalam menyerap SUN berkurang.

Bank Indonesia (BI) terus mengawal perbaikan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 dengan menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan. Dibandingkan dengan negara lainnya, Indonesia tergolong berhasil mengelola gejolak ekonomi pada masa awal pandemi. Salah satu cerminannya adalah nilai tukar mata uang rupiah yang mulai membaik dengan potensi penguatan.

Namun, banyak tantangan yang masih perlu dihadapi. Ekonomi masih dibayangi risiko perlambatan dengan berbagai dampak turunan, seperti pengangguran dan kemiskinan. Ketidakpastian atas berakhirnya pandemi pun masih menghantui kondisi makroekonomi.

Editor:
yohaneskrisnawan
Bagikan