logo Kompas.id
OpiniAnalisis PolitikPilkada (Bukan) Berhala

Pilkada (Bukan) Berhala

Masyarakat sangat berharap pilkada segera kembali ke ”khitahnya” sebagai kontestasi yang menghasilkan tokoh-tokoh yang memuliakan kepentingan rakyat. Bukan berhala yang memproduksi petaka.

Oleh J Kristiadi
· 1 menit baca
Memuat data...
KUM

J Kristiadi

Hampir dapat dipastikan pilkada serentak 2020 diselenggarakan bulan Desember, di tengah amukan pandemi Covid-19 yang belum dapat dipastikan kapan bisa dijinakkan. Bahkan, saat ini penularan Covid-19 meluas dan kasus membesar (Kompas, 22/6/2020). Tugas Komisi Pemilihan Umum di daerah akan bertambah banyak dan rumit karena harus menyesuaikan tahapan dengan protokol kesehatan Covid-19 agar tidak menambah jumlah orang yang terpapar penyakit yang disebabkan virus korona jenis baru ini.

Kerja berat penyelenggara pilkada pantas diapresiasi. Namun, sayangnya, menjelang Pilkada 2020, wacana publik lebih didominasi diskursus tentang perangkat upacara penyelenggaraan, aturan main, dan teknis-prosedural. Isu-isu krusial, seperti merajalelanya politik uang, menguatnya politik dinasti, dan politisasi birokrasi, cenderung tersisih. Isu politisasi bantuan sosial, reformasi parpol, desentralisasi dan pilkada asimetrik, pemilu konkuren, subsidi dana parpol, dan sejenisnya selalu terpinggirkan menjelang pemilu atau pilkada.

Editor: Kompas Cetak
Bagikan
Memuat data..