logo Kompas.id
OpiniKolomMemori Mei

Memori Mei

Melalui revolusi Mei 1998, wajah Indonesia berubah. Dari model pemerintahan otokrasi Presiden Soeharto menjadi pemerintahan yang lebih terbuka. Namun, dalam perjalanannya, semangat revolusi Mei 1998 memudar.

Oleh BUDIMAN TANUREDJO
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/ILHAM KHOIRI

Budiman Tanuredjo

Bulan Mei tinggal sehari lagi. Sayang kalau bulan penting dalam sejarah politik kontemporer Indonesia lewat begitu saja. Melalui revolusi Mei 1998, wajah Indonesia berubah. Dari model pemerintahan otokrasi Presiden Soeharto menjadi pemerintahan yang lebih terbuka. Transisi demokrasi pun terjadi. Apakah demokrasi sudah terkonsolidasi itu pertanyaan lain.

Revolusi Mei 1998 memakan korban. Sebanyak 13 aktivis mahasiswa masih hilang. Mereka harus dikonstruksikan hilang karena tak diketahui keberadaan dan statusnya. Entah masih hidup atau meninggal. Kalau sudah meninggal, di mana makamnya pun tak diketahui. Dalam terminologi hak asasi manusia itu disebut continuing violence (kekerasan yang terus-menerus). Kerusuhan sosial melanda Jakarta pada Mei 1998 menyusul ditembaknya mahasiswa Trisakti pada 12 Mei 1998.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Antonius Ponco Anggoro
Bagikan
Memuat data..