logo Kompas.id
โ€บ
Opiniโ€บAkal Budi Hadapi Covid-19
Iklan

Akal Budi Hadapi Covid-19

Dari beberapa penelitian aplikasi Theory of Reasoned Action di Indonesia, diketahui bahwa norma subyektif lebih kuat pengaruhnya daripada sikap pribadi. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat kolektivis.

Oleh
Margaretha Sih Setija Utami
ยท 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/ApNEqjG9wI6_488_htOMg8RjccE=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F03%2Faf9a9b91-2036-4d53-b164-edd759266667_jpg.jpg
Kompas/Priyombodo

Bagian pelayanan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, yang tetap beroperasi, Rabu (18/3/2020). Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Universitas Indonesia mengeluarkan kebijakan pembelajaran jarak jauh mulai efektif Rabu, 18 Maret 2020, hingga berakhirnya semester genap tahun ajaran 2019/2020 pada Juni 2020.

Pada saat  rektor kami membuat surat keputusan bahwa karyawan yang punya risiko tertular Covid-19 harus bekerja di rumah, ada hal menarik. Di antara para dosen yang termasuk  kriteria rentan tertular, yaitu yang berusia di atas 51 tahun, punya penyakit bawaan, dan menggunakan transportasi umum, ada yang minta izin untuk boleh tetap kerja di kampus. Mereka sangat merindukan kampus.

Walaupun sudah mengajar secara daring di rumah, mereka tetap datang ke kampus untuk menengok ruang kerja atau menyapa karyawan muda yang dapat giliran jaga kampus. Sesekali mereka menengok ruang kelas sambil mengeluh sepi tanpa kehadiran para mahasiswa.

Editor:
yohaneskrisnawan
Bagikan