logo Kompas.id
β€Ί
Opiniβ€ΊBelajar Menangani Wabah Global...
Iklan

Belajar Menangani Wabah Global dari Pandemi Flu Spanyol 1918

Akibat pandemi flu Spanyol 1918, ada 900.000 kematian di Hindia Belanda hanya dalam kurun empat bulan, Agustus-November 1918. Pemerintah kolonial Hindia Belanda dinilai tak siap.

Oleh
Ravando
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/AH9Vg7mfvzUQNJSzSatOKWgxy5c=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F03%2F20200302TOFIK43_1583162757.jpg
TOFIK ROZAQ UNTUK KOMPAS

Masyarakat berbondong-bondong membeli masker di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Senin (2/3/2020). Harga masker melonjak hingga kisaran Rp 200.000 sampai dengan Rp 300.000 yang semula hanya Rp 15.000 sampai dengan Rp 25.000. Kenaikan harga masker ini dikarenakan melonjaknya permintaan dari masyarakat.

Pada 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengumumkan dua orang Indonesia positif Covid-19. Kabar itu menggemparkan seantero Indonesia. Masyarakat yang khawatir terhadap serangan virus yang lebih masif berbondong-bondong menimbun barang dan berburu masker.

Situasi ini tak jauh berbeda dengan pandemi flu Spanyol yang merebak pada 1918. Hampir tak ada negara yang luput, termasuk Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda.

Editor:
yohaneskrisnawan
Bagikan