logo Kompas.id
OpiniArtikel OpiniJangan Korbankan Kelelawar

Jangan Korbankan Kelelawar

Pemusnahan kelelawar adalah cara yang tidak tepat dan efektif untuk mengurangi risiko timbulnya penyakit, justru cenderung meningkatkan risiko munculnya penyakit pada populasi manusia.

Oleh Joko Pamungkas
· 1 menit baca

Tindakan pemusnahan kelelawar yang dipicu kekhawatiran terkait wabah Covid-19 sebenarnya tak perlu terjadi. Ini bentuk kepanikan tak berdasar, baik secara ilmiah maupun menurut kaidah kesejahteraan hewan.

Edaran Bupati Subang tertanggal 16 Maret 2020, yang salah satu butirnya meminta masyarakat membasmi kelelawar di lingkungan mereka, perlu diperbaiki. Banyak artikel ilmiah menuliskan tentang peran kelelawar sebagai pembawa virus yang dikaitkan dengan penyakit infeksius baru (emerging infectious disease/EID) pada manusia ataupun ternak.

Salah satunya, virus korona dari genus Betacoronavirus.  Genus ini memiliki anggota virus yang menginfeksi mamalia, termasuk di dalamnya virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 pada manusia. Adanya kekerabatan genetik antara Betacoronavirus pada kelelawar dan Betacoronavirus pada manusia penyebab SARS, MERS, dan  Covid-19 menguatkan teori bahwa virus pada kelelawar ini moyang (ancestor) dari virus-virus penyebab penyakit saluran pernapasan pada manusia itu.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Yohanes Krisnawan
Bagikan
Memuat data..