logo Kompas.id
OpiniDrama Demokrasi yang...
Iklan

Drama Demokrasi yang Tercederai

Dapat dimaklumi jika pendukung demokrasi di Malaysia kini kecewa dengan situasi politik negaranya. Buah proses demokrasi melalui pemilu tahun 2018 telah menguap.

Oleh
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/qt3ZxKQ0fYtWUyR1xqikGDJe5Cs=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F03%2FMalaysia-Politics_87852862_1583327308.jpg
(AP PHOTO/JOHNSHEN LEE

Muhyiddin Yassin (tengah) sedang melambaikan tangan bersama keluarga dan pendukungnya saat ia bersiap untuk meninggalkan rumahnya ke istana untuk dilantik sebagai Perdana Menteri baru di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (1/3/2020)

Dapat dimaklumi jika pendukung demokrasi di Malaysia kini kecewa dengan situasi politik negaranya. Buah proses demokrasi melalui pemilu tahun 2018 telah menguap.

Fajar baru politik ”Negeri Jiran” merekah pada Mei 2018 saat pemilu, salah satu elemen utama demokrasi, menghasilkan kemenangan koalisi oposisi Pakatan Harapan. Hasil ini membawa Malaysia memasuki era baru saat, untuk pertama kali dalam lebih dari enam dekade, dominasi Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO)—bersama koalisi Barisan Nasional—di pemerintahan tumbang. Harian ini, yang meliput langsung pemilu dengan tingkat partisipasi di atas 82 persen kala itu, merasakan betul antusiasme dan harapan warga Malaysia mendambakan perubahan di negara mereka.

Editor:
Bagikan