logo Kompas.id
OpiniKonsep Literasi dalam Merdeka ...
Iklan

Konsep Literasi dalam Merdeka Belajar

Keberhasilan literasi baca mengandaikan persiapan guru di perguruan tinggi. Di beberapa negara dengan tingkat literasi baca dan ekonomi tinggi, mereka sangat serius mempersiapkan guru literasi baca yang kompeten.

Oleh
Tati D Wardi
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/u3a3kkoFQJQmb3Q_y4Uwrk0LDlw=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F08%2Fb6eb3e1d-0907-4581-9831-2d35c104233b_jpg.jpg
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

Pengunjung memanfaatkan kotak literasi cerdas yang berisi ratusan buku berbagai judul di Taman Ekspresi, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/8/2019). Kotak ini merupakan upaya mendekatkan buku kepada masyarakat sehingga mendorong tingkat literasi. Data UNESCO menunjukkan, indeks minat baca warga Indonesia 0,001. Jadi, dari 1.000 orang, hanya 1 orang yang punya minat baca bagus. Worlds Most Literate Nations mencatat, tingkat literasi Indonesia ada di peringkat ke-60 dari 61 negara yang diteliti.

Salah satu gebrakan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan adalah Merdeka Belajar. Program ini menonjolkan ”literasi baca” sebagai fokus pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

Konsep literasi baca di sini mengacu pada laporan Program Penilaian Pelajar Internasional (PISA) sebagai ukuran tingkat literasi siswa. Sebelumnya PISA memang menjadi rujukan kebijakan pendidikan kita, hanya tidak secara resmi.

Editor:
yohaneskrisnawan
Bagikan