logo Kompas.id
OpiniJiwasraya, Nasibmu Kini

Jiwasraya, Nasibmu Kini

Apabila borok Jiwasraya sudah ada sejak lama, apakah selama ini terjadi pembiaraan atau tak ada kepemimpinan di tingkat manapun, yang berani bersikap, terbuka, merembukkan solusi terbaik di saat masalah belum kian buruk.

Oleh
Junaedy Ganie
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/BEPXGx0cZrVAfg_4dfDCQMwNi7s=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F12%2F20191227_ENGLISH-JIWASRAYA_A_web_1577459486.jpg

Bisnis asuransi adalah bisnis kepercayaan yang produknya masih harus dijual, ditawarkan melalui berbagai strategi dengan perjuangan berat. Belum didatangi pembeli. Perusahaan asuransi harus berjuang keras memperoleh kepercayaan masyarakat atas kemampuannya memenuhi janji di masa depan, yaitu ketika klaim diajukan. Di sinilah, faktor modal, reputasi, produk dan kualitas layanan, kompetensi manajemen, pengawasan internal dan eksternal, teknologi, serta SDM berperan sangat besar.

Didirikan pada 1859 bernama NILLMIJ, Nederlandsch Indiesche Levensverzekering en Liffrente Maatchappij van 1859 menjadikan Jiwasraya perusahaan asuransi tertua di Indonesia. Sebagai BUMN, Jiwasraya menikmati sejumlah privilese yang tak dimiliki pesaing non BUMN, antara lain tingginya kepercayaan dari BUMN lain untuk melakukan sinergi penempatan asuransi dengan Jiwasraya. Modal, bukan soal sebab di mata masyarakat luas, kedudukan sebagai BUMN memberikan jaminan pemerintah: tak akan pernah bangkrut!

Editor:
yohaneskrisnawan
Bagikan