OpiniArtikel OpiniAgama dan Uang

Agama dan Uang

Memasuki abad digital, agama dan uang mengalami tantangan dan perubahan baru. Banyak orang tak lagi percaya pada tawaran agama tentang keteraturan hidup dan keselamatan akhirat. Kepercayaan orang pada uang fluktuatif.

Oleh Komaruddin Hidayat
· 1 menit baca
Memuat data...

Komaruddin Hidayat Pembina Yayasan Pendidikan Madania Indonesia

Agama dan mata uang usianya sudah ribuan tahun, keduanya bersinergi menggerakkan sejarah manusia. Tuhan mewahyukan agama, manusia mencipta uang. Keduanya sama-sama menawarkan janji keselamatan dalam arasy yang berbeda. Orang pun rela berjuang dan berkurban demi agama dan uang.

Secara historis, manusia awalnya adalah makhluk nomadik yang tidak menghasilkan peradaban besar. Baru setelah manusia menetap, maka peradaban mulai dibangun dan dikembangkan secara berkesinambungan sampai hari ini.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Yohanes Krisnawan
Memuat data..