logo Kompas.id
OpiniDrama Republik

Drama Republik

Oleh Alissa Wahid
· 1 menit baca

Bak menonton drama yang penuh dengan ketegangan, kita masih mengikuti proses pasca-Pemilihan Presiden 2019 ini. Elite politik kita rupanya memutuskan untuk terus mempertarungkan kekuasaan lima tahunan ini. Dan, kita masih belum dapat membayangkan ujung dari drama ini, apakah ditutup dengan sikap legawa seratus persen atau masih akan menyisakan setumpuk ketegangan yang dipelihara sampai pemilu berikutnya.

Memuat data...

Ada pula faktor kultur masyarakat Indonesia yang socio-centric (Haidt, 2012), di mana konformitas kelompok dan struktur sosial menjadi salah satu hal yang sangat penting. Individu dituntut untuk menghormati para tetua atau pemimpin, juga untuk mengedepankan harmoni sosial dalam kelompok. Orang Indonesia suka berkelompok, suka berbicara, dan juga suka berinteraksi baik luring maupun daring. Gagasan pun mudah menyebar secara viral, dengan kabar menyesatkan lebih cepat menyebar daripada kebenaran, sebagaimana dilansir Daily Social Indonesia.

Editor:
Bagikan
Memuat data..