logo Kompas.id
OpiniArtikel OpiniGus Dur dan Problem Bangsa Kita

Gus Dur dan Problem Bangsa Kita

Oleh Lukman Hakim
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/DANU KUSWORO

Sesaat sebelum membuka Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama dan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama, (dari kanan) Presiden Megawati Soekarnoputri didampingi Saifullah Yusuf, Taufik Kiemas, dan KH Ilyas Ruchiyat menyalami mantan Presiden Abdurrahman Wahid, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (25/7/2006).

Abdurrahman Wahid alias Gus Dur memang sudah sembilan tahun ”pergi”, tetapi memori tentang sosoknya masih begitu melekat dalam pikiran kita semua. Dalam ingatan kita, Gus Dur semasa hidup merupakan representasi banyak sosok: mulai dari pribadi biasa yang humoris, aktivis dan intelektual Muslim yang kontroversial, hingga sosok negarawan dan ulama yang humanis. Dalam tradisi semiotik, dia adalah teks yang menghadirkan simbol-simbol pemaknaan.

Dari sekian banyak sosok yang direpresentasikan, pribadi kontroversial adalah yang paling melekat dalam ingatan kita tentang cucu KH Hasyim Asyari ini. Beberapa orang mengenali sosok kontroversinya dari tulisan-tulisan ”Gus Dur Muda” yang dipublikasikan oleh beberapa media cetak nasional tahun 1980-an.

Editor:
Bagikan
Memuat data..