logo Kompas.id
OpiniCalo Scopus

Calo Scopus

Oleh
Deddy Mulyana
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/BsRvn6rJeI0E-0vvbVFl0doPe8U=/1024x1502/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F12%2F73642565_1544367658.jpg

Dalam suatu perjamuan makan malam selepas sebuah seminar internasional di suatu kota besar, seorang dosen bergelar doktor menuturkan, seorang sejawatnya di suatu universitas negeri menghasilkan puluhan artikel yang dipublikasikan sejumlah jurnal internasional selama setahun. Ia pun memperoleh penghargaan dari universitasnya.

Namun, artikel-artikel tersebut ditolak Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dan Dikti) saat diajukan sebagai syarat untuk menjadi guru besar. ”Selain jumlahnya yang tidak logis, ia menulis karya ilmiah yang bukan bidangnya. Misalnya ia menulis artikel di jurnal teknik, padahal ia seorang dosen ekonomi,” ujar dosen tersebut.

Editor:
Bagikan