logo Kompas.id
OpiniHitam Putih Budaya Versus...

Hitam Putih Budaya Versus Agama

Oleh
Alissa Wahid
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/pisabk4UzwuF8HPgRFAk0kf2nkw=/1024x958/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F11%2F72526195_1541856562.jpg

Beberapa tahun lalu, saya terkejut atas pernyataan seorang wali kota. Di dalam sebuah diskusi panel, ia berkata, ”Semua tradisi yang tidak sesuai dengan kitab suci harus kita ubah”, saat membahas tentang jejak perempuan daerahnya yang menari di ruang publik. Jika hanya dibaca dari sepotong kalimat itu, pandangan sang wali kota tampak berangkat dari niat baik dan mulia walau mungkin juga hanya jargon populis untuk memenangi pemilihan kepala daerah. Namun, pernyataan itu juga menunjukkan betapa hitam-putihnya sang wali kota memandang budaya, lebih tepatnya ritual tradisi budaya.

Tarik-menarik antara ritual budaya dan agama memang dinamika yang tak pernah usang di setiap perkembangan peradaban. Dan, akhir-akhir ini kita mendapati dinamika ini muncul menguat di beberapa penjuru Indonesia. Sikap main hakim sekelompok masyarakat terhadap acara Sedekah Laut masyarakat Bantul, DI Yogyakarta, dan Festival Gandrung Sewu di Banyuwangi menjadi puncak tarik-menarik ini.

Editor:
Bagikan