logo Kompas.id
OpiniFokus pada Pengembangan Energi Bersih

Fokus pada Pengembangan Energi Bersih

Oleh
Santo Rizal Samuelson
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/QhAO5OC0Ltqe_KBqEsMHDG3ouBY=/1024x959/https://kompas.id/wp-content/uploads/2018/11/72495369_1541773320.jpg

Harga minyak mentah dunia pernah mencapai titik rekor tertinggi pada Juli 2008, yakni 147,50 dollar AS per barel di London dan 147,27 dollar AS di New York. Pelonjakan harga drastis tersebut membawa implikasi serius pada defisit APBN Indonesia kala itu dikarenakan pemerintah menggelontorkan anggaran subsidi secara masif.

Data Kemenkeu RI menunjukkan, anggaran subsidi energi pada APBN-P 2008 sebesar Rp 187,1 triliun, terdiri dari subsidi BBM dan listrik Rp 126,8 dan Rp 60,3 triliun, meningkat 70,5 persen dibandingkan APBN 2007 sebesar Rp 109,7 triliun di mana anggaran subsidi BBM dan non-BBM sebesar Rp 68,6 dan Rp 41,1 triliun. Menaikkan harga BBM pada masa itu bukanlah langkah yang dipilih karena akan membebani rakyat dan memicu inflasi tinggi apalagi berdekatan dengan Pemilu 2009, yang mana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu kembali maju sebagai petahana.

Editor:
Bagikan