logo Kompas.id
OpiniArtikel OpiniPermufakatan Yogyakarta, Lalu Apa?

Permufakatan Yogyakarta, Lalu Apa?

Sahut-sahutan para agamawan dan budayawan dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin soal relasi agama dan budaya penting kita cermati Pada Sabtu 3112018 pekan lalu sejumlah agamawan dan budayawan berkumpul dan mendeklarasikan Permufakatan Yogyakarta di Omah Tembi Desa Tem

Oleh Oman Fathurahman
· 1 menit baca

”Sahut-sahutan” para agamawan dan budayawan dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin soal relasi agama dan budaya penting kita cermati.

Pada Sabtu (3/11/2018) pekan lalu, sejumlah agamawan dan budayawan berkumpul dan mendeklarasikan ”Permufakatan Yogyakarta” di Omah Tembi, Desa Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Permufakatan itu dikeluarkan sebagai bentuk keprihatinan bersama atas gesekan-gesekan yang belakangan kerap terjadi di masyarakat akar rumput. Penolakan, bahkan perusakan, terhadap ritual sedekah laut di Bantul dan Festival Gandrung Sewu di Banyuwangi, beberapa waktu lalu, hanyalah dua contoh bagaimana gesekan itu terjadi.

Inti dari ”Permufakatan Yogyakarta” adalah ajakan agar semua komponen bangsa melakukan perubahan radikal, kembali ke jati diri bangsa dalam cara berpikir, merasa, bersikap, atau bertindak atas nama agama dan budaya. ”Hijrah” kembali ke akar ini penting dilakukan saat disrupsi terjadi di semua level kehidupan, termasuk dalam beragama.

Editor:
Bagikan
Memuat data..