logo Kompas.id
OpiniSejarah Masih Terus Berulang

Sejarah Masih Terus Berulang

Oleh
· 1 menit baca

Sejarah seperti selalu berulang, l’histoire se répète. Philip Guedalla (1889-1944), seorang pop kultur asal Inggris, mengatakan, ”Sejarah berulang dengan sendirinya.”

Apa yang terjadi belakangan ini—pengusiran diplomat Rusia dari AS, Inggris, dan sejumlah negara Eropa—menegaskan berulangnya sejarah tersebut. Di era Perang Dingin, yakni masa setelah PD II (ada yang menyebut bermula pada tahun 1941 tatkala Jerman menginvasi Rusia. Saat itu AS memberikan bantuan senjata kepada Rusia. Namun, setelah Jerman kalah, Stalin ingin menerapkan ideologi komunis di Polandia, Hongaria, Bulgaria, dan Romania. Saat itu, Inggris dan AS mencurigai Stalin) dan berakhir pada 1989 setelah Tembok Berlin runtuh dan rezim-rezim komunis di Eropa Timur ambruk. Bubarnya Uni Soviet, 1991, menegaskan berakhirnya Perang Dingin.

Perang Dingin dicirikan oleh perang dan persaingan antara AS dan Uni Soviet: AS tidak bisa menerima ideologi komunis Uni Soviet; sebaliknya Uni Soviet tidak bisa menerima dominasi AS di negara-negara Eropa. Terjadi pacuan senjata. Soviet menyebarluaskan komunisme, sementara AS menyebarkan kapitalisme. Terjadi persaingan membuat senjata nuklir.

Editor:
Bagikan