logo Kompas.id
OpiniTajuk RencanaQatar dan Pengaruh Arab Saudi

Qatar dan Pengaruh Arab Saudi

atar menolak kedaulatan jadi isu dalam dialog dengan Arab Saudi dan krisis di Teluk tetap menggantung kendati AS dan Rusia ingin segera berakhir Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani menelepon Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman al-Saud Jumat malam Namun Minggu 109

· 2 menit baca

atar menolak kedaulatan jadi isu dalam dialog dengan Arab Saudi dan krisis di Teluk tetap "menggantung" kendati AS dan Rusia ingin segera berakhir. Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani menelepon Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman al-Saud, Jumat malam. Namun, Minggu (10/9), Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud membatalkan rencana dialog tersebut karena Qatar tidak mau isu kedaulatannya dijadikan salah satu agenda. Sehari sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menelepon Sheikh Tamim bin Hamad, Pangeran Mohammed bin Salman, dan Putra Mahkota Uni Emirat Arab Pangeran Mohammed bin Zayed al-Nahyan. Bahkan, dalam kunjungannya ke Jeddah, Menlu Rusia Sergey Lavrov pun meminta kepada negara bertetangga tersebut segera menyelesaikan krisis lewat meja perundingan. Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir menyatakan, Qatar perlu menunjukkan keseriusan sebelum maju ke perundingan. "Kami sangat ingin menemukan solusi untuk dapat mengimplementasikan beberapa prinsip, seperti tidak mendukung terorisme, tidak menyebar kebencian, dan tidak mengintervensi satu sama lain," katanya. Seperti diketahui, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Mesir memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, 5 Juni 2017. Mereka menuduh Qatar mendukung terorisme, tetapi langsung dibantah oleh Qatar. Lavrov menegaskan, Rusia mendukung upaya damai oleh Kuwait dan AS. "Kami ingin melihat stabilitas di kawasan Timur Tengah dan Afrika utara," ujarnya.Meski kedua negara saling mendekat untuk membuka kembali kedutaan besar di tiap-tiap negara, Arab Saudi dan Iran tetap bersaing berebut pengaruh di Timur Tengah. Kedekatan Iran dengan Qatar juga menjadi pertimbangan ketika Arab Saudi dan kawan-kawan memutus hubungan diplomatik dengan Qatar.Kemajuan koalisi Rusia, Iran, dan Turki menyelesaikan krisis Suriah dan menguatkan posisi Presiden Bashar al-Assad mengganggu Arab Saudi. Belum lagi, Iran yang sejak jatuhnya Saddam Husein mulai menanam pengaruh di Irak. Arab Saudi mulai kehilangan pengaruh bagi negara tetangga di utaranya tersebut. Sebagai negara besar di kawasan, Raja Salman tak ingin kehilangan pengaruh di Qatar. Akibatnya, ketika Qatar berkeras tidak mau membahas soal kedaulatan, wajar Arab Saudi membatalkan rencana dialog. Pertanyaannya, mungkinkah Arab Saudi memaksa Qatar duduk berunding mencari solusi damai atas krisis diplomatik ini? Akankah Arab Saudi terus mengisolasi Qatar hingga stabilitasnya tidak kondusif? Ataukah (Emir) Qatar akan terus melawan dengan makin mendekat ke Iran? Di tengah suasana politik di Timur Tengah yang belum jelas, semua bisa menjadi mungkin.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Memuat data..