logo Kompas.id
Olahraga”Dongeng” dari All England...

”Dongeng” dari All England Club

Wimbledon tak hanya menyajikan persaingan petenis-petenis top dunia. Grand Slam prestisius ini juga memiliki dongeng dari petenis kelas menengah dan bawah.

Oleh
YULIA SAPTHIANI
· 1 menit baca
Petenis Belanda, Tim van Rijthoven, merayakan kemenangannya atas unggulan ke-22 asal Georgia, Nikoloz Basilashvili, pada babak ketiga turnamen tenis Grand Slam Wimbledon di All England Tennis Club, Wimbledon, London, Inggris, 1 Juli 2022. Ini menjadi kemenangan kedelapan beruntun Van Rijthoven.
AFP/ADRIAN DENNIS

Petenis Belanda, Tim van Rijthoven, merayakan kemenangannya atas unggulan ke-22 asal Georgia, Nikoloz Basilashvili, pada babak ketiga turnamen tenis Grand Slam Wimbledon di All England Tennis Club, Wimbledon, London, Inggris, 1 Juli 2022. Ini menjadi kemenangan kedelapan beruntun Van Rijthoven.

Ajang Grand Slam tak hanya menyajikan persaingan bintang-bintang tenis kelas dunia. Di balik panggung persaingan tenis akbar itu selalu ada pengalaman petenis kelas menengah dan bawah, bagai dongeng, termasuk di Wimbledon 2022.

Tunggal putra Belanda, Tim van Rijthoven, memiliki statistik menang-kalah 8-0 dalam sebulan terakhir. Selain lima kemenangan yang membawanya pada gelar juara turnamen ATP 250 ‘s-Hertogenbosch, tiga kemenangan di All England Club, London, Inggris, mengantarkan petenis berusia 25 tahun itu pada babak keempat Wimbledon.

Editor:
JOHANES WASKITA UTAMA
Bagikan