logo Kompas.id
OlahragaKetika Senam Harus Mengalah...

Ketika Senam Harus Mengalah pada Vovinam

Paradigma lama, yaitu prestasi instan di Asia Tenggara, ternyata masih terbawa di SEA Games Vietnam 2021. Atlet senam kalah bersaing dari atlet vovinam menjadi bukti skema DBON belum diterapkan optimal.

Oleh
KELVIN HIANUSA
· 1 menit baca
Pelatih senam artistik putri nasional Eva Novalina Butar Butar (kiri) mengamati anak asuhnya, Rifda Irfanaluthfi, dalam pemusatan latihan nasional senam SEA Games Vietnam 2021 di GOR Senam Radin Inten, Jakarta, Jumat (8/4/2022). Rifda akan kembali menjadi andalan Indonesia di Vietnam. Kontingen senam Indonesia di SEA Games Vietnam hanya diperkuat dua pesenam, yaitu Rifda dan Ameera Hariadi.
KELVIN HIANUSA

Pelatih senam artistik putri nasional Eva Novalina Butar Butar (kiri) mengamati anak asuhnya, Rifda Irfanaluthfi, dalam pemusatan latihan nasional senam SEA Games Vietnam 2021 di GOR Senam Radin Inten, Jakarta, Jumat (8/4/2022). Rifda akan kembali menjadi andalan Indonesia di Vietnam. Kontingen senam Indonesia di SEA Games Vietnam hanya diperkuat dua pesenam, yaitu Rifda dan Ameera Hariadi.

Muthia Nur Cahya (20), pesenam artistik putri asal Makassar, hanya bisa meratapi nasib di kampung halaman. Seharusnya, dia akan menjalani debut di SEA Games Vietnam 2021 dalam waktu kurang dari sebulan lagi. Namun, mimpi itu mendadak buyar karena pemotongan jumlah kontingen Indonesia.

Rasanya campur aduk saat disampaikan kami tidak jadi berangkat. Kecewa banget, sedih juga. Nyesek, kami sudah berlatih sekuat tenaga karena dijanjikan berangkat, tetapi tiba-tiba dibatalkan sebulan sebelum ke Vietnam.

Editor:
WISNU AJI DEWABRATA
Bagikan