logo Kompas.id
OlahragaDua Sisi Pedang Bukti...

Dua Sisi Pedang Bukti Pengecualian Medis Djokovic

Novak Djokovic tidak hanya berpotensi dideportasi dari Australia. Dukungan publik yang selama ini berada di pihaknya juga mungkin berbalik arah.

Oleh
KELVIN HIANUSA
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/l1aqRjXLVBh_gDozvxK2hFL71ME=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F01%2FAustralia-Open-Djokovic_101069900_1641477509.jpg
AP PHOTO/HAMISH BLAIR

Massa berkumpul di luar hotel karantina di Melbourne, Australia, Kamis (6/1/2022). Hotel itu diduga sebagai tempat penahanan petenis Serbia, Novak Djokovic. Djokovic terancam tidak bisa mempertahankan gelarnya di Australia Terbuka dan dapat dideportasi karena tidak bisa menunjukkan syarat telah divaksin Covid-19 dosis lengkap.

MELBOURNE, MINGGU — Pengacara Novak Djokovic membuktikan dalam persidangan, sang petenis nomor satu dunia itu mendapat pengecualian medis karena sempat terinfeksi Covid-19 pada 16 Desember 2021. Bukti tersebut bisa menjadi senjata Djokovic untuk terhindar dari deportasi oleh Pemerintah Australia, tetapi juga bisa berujung bumerang bagi dukungan publik kepadanya.

Djokovic ditolak masuk di Bandara Melbourne, pada Rabu (5/1/2022) malam, oleh Petugas Perbatasan Australia (ABF) akibat tidak memiliki bukti vaksin Covid-19. Pemerintah Australia mewajibkan vaksinasi sebanyak dua kali sebagai syarat masuk ke negaranya. Juara bertahan tunggal putra Australia Terbuka ini pun ditahan sementara di tempat isolasi imigran, Hotel Melbourne Park.

Editor:
Wisnu Aji Dewabrata
Bagikan