logo Kompas.id
OlahragaBuah dari Kesabaran, Indonesia...

Buah dari Kesabaran, Indonesia Melaju ke Final

Indonesia ke final Piala AFF 2020 seusai menang 4-2 atas Singapura di laga kedua semifinal. Kesuksesan itu buah kesabaran meladeni perlawanan sengit tim ”Negeri Singa” yang tak menyerah walau mendapat tiga kartu merah.

Oleh
ADRIAN FAJRIANSYAH
· 8 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/qXv1OgP8hN0pEvOtHfHVDg84OdQ=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2FSingapore-Soccer-Suzuki-Cup_100935627_1640450074.jpg
AP PHOTO/SUHAIMI ABDULLAH

Pemain timnas Indonesia berpelukan setelah mengalahkan Singapura, 4-2, dalam pertandingan kedua semifinal Piala AFF 2020 di Stadion Nasional Singapura, Sabtu (25/12/2021).

SINGAPURA, SABTU — Indonesia akhirnya melaju ke final Piala AFF 2020 seusai mengalahkan Singapura dengan skor 4-2 pada laga kedua semifinal yang berlangsung hingga babak tambahan 2 x 15 menit di Stadion Nasional Singapura, Sabtu (25/12/2021). Kesuksesan tim ”Garuda” adalah buah kesabaran meladeni perlawanan sengit tim ”Negeri Singa” yang tak mau menyerah walaupun mendapatkan tiga kartu merah.

Dalam laga ini, ada perubahan taktik yang unik dari kedua tim. Indonesia mengubah formasi 5-4-1 menjadi 4-2-3-1. Uniknya, pemain sayap Irfan Jaya yang mencuat di Piala AFF kali ini justru diistirahatkan untuk pertama kalinya. Posisi Irfan Jaya digantikan pemain sayap Ramai Rumakiek yang dicadangkan di laga pertama semifinal.

Alfendra Dewangga yang menjadi bek tengah di laga pertama semifinal ditarik ke depan untuk berduet dengan Rachmat Irianto sebagai gelandang bertahan. Ricky Kambuaya yang biasanya menjadi gelandang jangkar ditarik ke depan sebagai gelandang serang. Penyerang Ezra Walian kembali menjadi pilihan utama setelah posisinya sempat diisi Dedik Setiawan di laga sebelumnya.

Baca juga : Kalau Adu Penalti, Indonesia Unggul atas Singapura

Adapun Singapura mengganti formasi dari 5-3-2 menjadi 5-4-1. Uniknya, penyerang Ikhsan Fandi, yang menjadi pahlawan penyama kedudukan 1-1 di laga pertama semifinal, diistirahatkan untuk digantikan penyerang Amy Recha. Peran Faris Ramli yang menjadi penyerang bayangan di laga pertama semifinal digantikan gelandang serang Hafiz Nor.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/T0HKOXe1M7Nx0PuF1JOOyLeNlNQ=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2FSingapore-Soccer-Suzuki-Cup_100935663_1640451418.jpg
AP PHOTO/SUHAIMI ABDULLAH

Pelatih timnas Singapura Tatsuma Yoshida menghibur pemainnya, Safuwan Baharudin, setelah mendapat kartu merah dalam pertandingan kedua semifinal Piala AFF 2020 di Stadion Nasional Singapura, Sabtu (25/12/2021).

Hami Syahin menjadi gelandang bertahan menggantikan Hariss Harun yang ditarik ke belakang sebagai bek tengah. Bek Zulfahmi Arifin, yang menjadi pemain inti di laga sebelumnya, dicadangkan. Bek sayap Nazrul Nazari diistirahatkan untuk digantikan bek sayap Zulqarnaen Suzliman.

Berbalas gol

Indonesia kesulitan menembus pertahanan Singapura yang bermain disiplin. Sebaliknya, Singapura mampu melakukan koordinasi transisi bertahan ke menyerang dengan baik.

Dengan perubahan masing-masing, kedua tim tampil lebih percaya diri dan terbuka sejak awal laga. Namun, seperti di laga sebelumnya, Indonesia kesulitan menembus pertahanan Singapura yang bermain disiplin. Sebaliknya, Singapura mampu melakukan koordinasi transisi bertahan ke menyerang dengan baik. Ketika mendapatkan bola, mereka melakukan serangan balik cepat lewat umpan-umpan lambung kepada para pemain sayap.

Baca juga : Perkuat Lini Serang pada Laga Kedua

Hal itu memaksa Indonesia lebih bersabar bermain dari bawah sambil mencari celah di pertahanan Singapura. Pada menit ke-6, kesabaran Indonesia berbuah hasil. Ramai bisa mencuri bola dan melakukan serangan balik. Dia memberikan umpan ke pemain sayap Witan Sulaeman sebelum diteruskan ke Ricky Kambuaya. Sayangnya, Ricky yang tidak dikawal ketat di kotak penalti tidak mampu menyelesaikan peluang emas menjadi gol. Tendangannya mampu diblok kiper lawan.

Setelah peluang itu, Indonesia lebih berani tampil menyerang. Situasi itu cukup menekan Singapura sehingga tidak bisa mengembangkan permainan. Puncaknya pada menit ke-11, Indonesia mencetak gol lewat gol sontekan Ezra. Gol itu berawal dari kesalahan kiper Singapura, Hassan Sunny, yang mengirim umpan tanggung ke tengah sehingga bisa dipotong Alfeandra Dewangga.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/ZkYTwdzPmp1h7O-sqZdJAvXTqJk=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2FSingapore-Soccer-Suzuki-Cup_100935675_1640450145.jpg
AP PHOTO/SUHAIMI ABDULLAH

Pemain timnas Indonesia, Ricky Kambuaya, melewati pemain Singapura, Zulqarnaen Suzliman, dalam pertandingan kedua semifinal Piala AFF 2020 di Stadion Nasional Singapura, Sabtu (25/12/2021).

Kemudian, bola liar sampai ke kaki Witan. Pemain asal Palu, Sulawesi Tengah, ini bisa membawa bola dan melewati dua pemain bertahan Singapura sebelum masuk ke kotak penalti lawan dan memberikan umpan datar kepada Ezra yang menunggu di depan muka gawang.

Setelah gol itu, Indonesia terus melakukan tekanan kepada Singapura sejak di area permainan Singapura. Kondisi ini benar-benar membuat Singapura kewalahan. Pada menit ke-15, bek sayap sekaligus kapten Indonesia, Asnawi Mangkualam, yang bekerja sama dengan Witan masuk ke sisi kiri pertahanan Singapura. Lalu, dia mengirimkan umpan tarik kepada Ricky di kotak penalti yang sayangnya lagi-lagi tidak bisa menuntaskan peluang dengan sempurna.

Baca juga : Indonesia Disentak Kedisiplinan Singapura

Permainan tempo tinggi nan agresif itu membuat stamina Indonesia melorot jelang turun minum. Pada menit ke-41, Singapura sempat mendapatkan peluang emas mencetak gol lewat serangan balik. Hafiz Nor mendapatkan ruang bebas untuk menembak di kotak penalti. Memang tembakannya sempat ditepis kiper Indonesia, Nadeo Argawinata, tetapi bola muntah nyaris saja disambar Amy Recha sebelum disapu bek Indonesia.

Demi mempertahankan keunggulan, Indonesia bermain keras di akhir babak pertama. Hal itu membuat Singapura mendapatkan tendangan bebas pada menit ke-45+1. Sebelum tendangan bebas dilakukan gelandang Singapura Shahdan Sulaiman, bek Singapura Safuwan Baharudin tampak bentrok dengan bek Indonesia Rizky Ridho.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/W-VfOgtusn3Ksw7COfpSwxo9Vhc=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2FSingapore-Soccer-Suzuki-Cup_100935681_1640450182.jpg
AP PHOTO/SUHAIMI ABDULLAH

Pemain timnas Indonesia, Fachruddin Aryanto, dan pemain Singapura, Irfan Fandi, berduel di udara dalam laga kedua semifinal Piala AFF 2020 di Stadion Nasional Singapura, Sabtu (25/12/2021).

Insiden itu membuat wasit memberikan kartu kuning kedua kepada Baharudin. Namun, Singapura tak gentar. Terbukti, tendangan bebas Sulaiman bisa diteruskan oleh gelandang Sing Ui-young untuk mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-45+4.

Keajaiban Singapura

Memasuki babak kedua, Indonesia memulai laga dengan lambat, sedangkan Singapura yang kalah jumlah pemain terlihat lebih bertahan. Itu sedikit memanjakan Indonesia untuk bermain-main di lini tengah. Mereka pun melakukan serangkaian serangan sporadis, tetapi belum membuahkan gol. Pada menit ke-49, Ricky kembali menyia-nyiakan peluang manis dari Witan yang memberi umpan di depan kotak penalti lawan. Tendangan pemain asal Papua itu keras, tetapi meninggi jauh ke atas.

Pada menit ke-51, Ricky berhasil lolos ke kotak penalti lawan dan tinggal berhadapan dengan kiper lawan. Akan tetapi, dia memberikan umpan tarik yang tidak akurat kepada Ezra. Menit ke-52, Ezra mendapatkan ruang melakukan tendangan dari dalam kotak penalti lawan, tetapi bola masih tinggi di atas mistar.

Baca juga : Indonesia Unggul atas Singapura secara Statistik

Pelatih Indonesia Shin Tae-yong coba memberi penyegaran di barisan depan. Dia menarik keluar Ezra dan menggantikan dengan Hanis Saghara Putra pada menit ke-54. Pada menit ke-60, Rizky mendapatkan peluang berlian. Dia mendapatkan bola liar dari kemelut tendangan bebas bek sayap Pratama Arhan. Namun, tendangan kerasnya masih membentur mistar

Singapura memang kesulitan melakukan serangan balik. Maka itu, mereka lebih banyak mengandalkan umpan jauh dari belakang langsung ke penyerang atau sayap dan mengoptimalkan tendangan bebas. Semua tendangan bebas mereka sangat membahayakan karena bola yang dikirimkan tajam dan akurat.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/tXJcxuVUrjiarHGhKBLVnKVJC4s=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2FSingapore-Soccer-Suzuki-Cup_100935678_1640450219.jpg
AP PHOTO/SUHAIMI ABDULLAH

Reaksi Pelatih Indonesia Shin Tae-yong dalam laga kedua semifinal Piala AFF 2020 antara Indonesia dan Singapura di Stadion Nasional Singapura, Sabtu (25/12/2021).

Pada menit ke-61, Singapura menurunkan Ikhsan Fandi yang mendapatkan sambutan hangat dari para pendukungnya. Keberadaan Ikhsan turut meningkatkan gairah para rekannya. Menit ke-62, dia memberikan umpan terobosan kepada gelandang Shawal Anuar yang baru masuk di babak kedua, tetapi tembakan lambungnya masih menyamping dari gawang lawan.

Peluang itu memacu Singapura untuk lebih berani menyerang, seperti tidak merasakan sedang kalah jumlah pemain. Sebaliknya, Indonesia tampak lemas. ”Bensin” para pemain Indonesia seperti sudah terkuras sehingga tak mampu lagi bermain dengan tempo tinggi. Serangan Indonesia dari sayap dan terobosan ke jantung pertahanan lawan mudah ditebak lawan.

Shin Tae-yong membaca situasi itu sehingga memasukkan Irfan Jaya yang menggantikan Ramai dan penyerang Egy Maulana Vikri yang menggantikan Ricky pada menit ke-66. Kedua pemain itu meningkatkan daya gedor tim Merah Putih.

Baca juga : Fluiditas Timnas Indonesia

Buktinya, tak lama masuk ke lapangan, Irfan Jaya mendapatkan peluang emas dari umpan Hanis untuk menerobos ke kotak penalti. Itu memicu bek Singapura, Irfan Fandi, menjatuhkan Irfan Jaya dengan keras sehingga wasit mengganjar Irfan Fandi dengan kartu merah langsung.

Meskipun unggul dua pemain, Indonesia tetap kesulitan menembus pertahanan Singapura yang bermain parkir bus. Bahkan, sesekali, Indonesia ditekan Singapura yang bermain habis-habisan untuk melakukan serangan balik.

Puncaknya pada menit ke-73, Singapura bisa melakukan serangan balik cepat karena kecerobohan Asnawi. Serangan itu membuat pemain belakang Indonesia panik dan melakukan pelanggaran di depan kotak penalti. Singapura bisa memaksimalkan peluang tersebut. Sulaiman sukses mengonversi tendangan bebas menjadi gol pada menit ke-74.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/yNbDFpMUU7pxdzh10OLE_HCyv5I=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2FFBL-AFF-INA-SIN_100935258_1640450259.jpg
AFP/ROSLAN RAHMAN

Kiper timnas Singapura, Hassan Sunny, menghalau bola di belakang pemain Indonesia, Saghara Putra, dalam pertandingan kedua semifinal Piala AFF 2020 di Stadion Nasional Singapura, Sabtu (25/12/2021).

Dalam situasi tertinggal 1-2, pemain Indonesia tampak kebingungan untuk membangun serangan. Berulang kali mereka melakukan kesalahan sendiri. Nasib mujur didapat pada menit ke-87. Berawal dari kemelut, Arhan bisa mencetak gol penyama kedudukan.

Keberuntungan kembali menaungi Indonesia. Hadiah penalti yang didapat Singapura pada menit ke-90+1 gagal dioptimalkan Faris Ramli yang masuk di babak kedua. Tendangan 12 pasnya berhasil ditepis oleh Nadeo.

Babak tambahan

Dengan kedudukan 2-2, laga berlanjut ke babak tambahan 2 x 15 menit. Di momen ini, Indonesia akhirnya bisa memaksimalkan keunggulan jumlah pemain. Belum semenit laga berjalan, Indonesia langsung mengambil inisiatif menyerang melalui Asnawi.

Baca juga : Kesiapan Mental Kunci Memenangi Derbi Melayu

Setelah menyisir sisi kiri pertahanan Singapura, pemain asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu mengirim umpan kepada Egy. Kemudian, Egy melakukan akselerasi menusuk kotak penalti lawan sebelum melepas tembakan. Bola tendangan Egy sejatinya tidak sempurna. Namun, bola bergulir liar di depan kotak penalti lawan. Pemain Singapura, Shawal Anuar, coba menyapu bola itu, tetapi gagal dan bola justru masuk ke gawangnya sendiri.

Setelah gol itu, Indonesia menemukan lagi kepercayaan diri yang hilang selama babak kedua. Mereka terus menekan Singapura dengan serangan cepat dari sisi sayap. Kendati demikian, kiper Singapura, Hassan Sunny, bermain dengan baik. Dia berulang kali menggagalkan peluang Indonesia.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/94phszMne0yuiaKcoJT6pcSqK8A=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2FSingapore-Soccer-Suzuki-Cup_100935615_1640450372.jpg
AP PHOTO/SUHAIMI ABDULLAH

Reaksi pemain timnas Singapura, Faris Ramli, setelah berakhirnya pertandingan kedua semifinal Piala AFF 2020 antara Indonesia dan Singapura di Stadion Nasional Singapura, Sabtu (25/12/2021).

Akan tetapi, pertahanan Singapura tak kuasa terus digempur. Pada menit ke-105+2, Indonesia bisa menambah keunggulan melalui Egy yang mendapatkan bola mudah yang bermula dari tendangan pojok gelandang Evan Dimas yang baru masuk di babak tambahan.

Semenit sebelum babak tambahan berakhir, Singapura justru menerima kartu merah ketiga. Itu akibat Sunny melanggar Irfan Jaya yang telah sendirian di depan gawang setelah menerima umpan terobosan dari Evan Dimas.

Skor 4-2 pun tak berubah hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga berakhir. Indonesia berhak ke final Piala AFF 2020 yang dijadwalkan pada 29 Desember untuk laga pertama dan 1 Januari 2022 untuk laga kedua di Stadion Nasional Singapura. Mereka menanti lawan antara Thailand dan Vietnam yang baru menjalani laga kedua semifinal, Minggu (26/12/2021). Thailand berpeluang besar menyusul ke final karena unggul 2-0 pada laga pertama semifinal.

Baca juga : Benteng Kokoh Tim ”Garuda”

Komentar kedua pelatih

Menurut Shin, kedua tim sudah bermain sangat baik dalam laga tersebut. Indonesia dan Singapura sama-sama bekerja sangat keras di luar batas. Terlepas dari itu, dia turut belajar banyak dari laga tersebut, antara lain belajar mengantisipasi tendangan bebas yang sangat berbahaya ditunjukkan Singapura.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/9eZUdtgab4PC3jfTQScVj9Xp5V0=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2FSingapore-Soccer-Suzuki-Cup_100935687_1640450429.jpg
AP PHOTO/SUHAIMI ABDULLAH

Kiper Singapura, Hassan Sunny, mengamankan gawangnya dalam pertandingan kedua semifinal Piala AFF 2020 antara Indonesia dan Singapura di Stadion Nasional Singapura, Sabtu (25/12/2021).

Sekarang, Indonesia ingin fokus beristirahat sebelum menjalani laga final. ”Untungnya, kami punya satu hari istirahat lebih banyak dari lawan kami nanti. Semoga ini bisa bermanfaat,” terang pelatih asal Korea Selatan tersebut, dikutip dari akun Twitter @LiveScoresPH.

Baca juga : Tantangan Terbesar Tim Garuda

Sementara itu, Pelatih Singapura Tatsuma Yoshida cukup menyesali kartu merah pertama untuk timnya. Menurut dia, kartu merah itu bukanlah suatu pelanggaran. Terlepas dari itu, pelatih asal Jepang ini bangga dengan perjuangan timnya yang bisa memberikan perlawanan alot dan tidak menyerah sampai titik darah penghabisan.

”Saya tidak punya alasan. Saya tidak punya keluhan. Saya memuji kinerja tim ini. Bangga dengan mereka. Saya tidak punya kata-kata. Saya salut dengan semangat juang mereka. Mereka tidak menyerah,” ungkap Yoshida.

Editor:
Wisnu Aji Dewabrata
Bagikan