logo Kompas.id
OlahragaIsu Kesejahteraan Pemain...
Iklan

Isu Kesejahteraan Pemain Mencuat di Tengah Jadwal Padat

Sejumlah pemain dan manajer klub Liga Inggris menyuarakan isu kesejahteraan pemain di tengah jadwal padat akhir tahun. Cedera pemain dan merebaknya Covid-19 membuat banyak laga dibatalkan karena klub kekurangan pemain.

Oleh
JOHANES WASKITA UTAMA
· 5 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Ds-2ZwlHBR5xlQxmrontJm2W0fM=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2FBritain-Soccer-Premier-League_100819732_1639747104.jpg
AP PHOTO/ALASTAIR GRANT

Petugas memeriksa dokumen vaksin Covid-19 seorang penonton di pintu masuk stadion jelang laga Liga Inggis antara Chelsea dan Everton di Stadion Stamford Bridge, London, 16 Desember 2021. Hantaman Covid-19 di tengah jadwal padat membuat isu kesejahteraan pemain menjadi sorotan.

LIVERPOOL, JUMAT — Masalah kesejahteraan pemain terkait padatnya jadwal pertandingan Liga Inggris pada akhir tahun, di tengah meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di negara itu, terus menguat menjelang laga Boxing Day. Setelah dua laga dibatalkan, sejumlah manajer tim angkat bicara soal padatnya jadwal dan kesejahteraan atlet.

Berbeda dengan liga sepak bola utama di Eropa yang menghentikan sementara kompetisi di akhir tahun, Liga Primer Inggris menjalankan tradisi memutar kompetisi saat libur Natal dan Tahun Baru. Saat Bundesliga Jerman mengambil jeda tiga pekan, Ligue 1 Perancis dan Serie A Italia dua pekan, serta La Liga Spanyol beristirahat sepekan, Liga Inggris justru menghibur penggemar yang sedang berlibur dengan menggelar laga Boxing Day, istilah bagi libur satu hari setelah Natal.

Sebanyak 18 tim dijadwalkan berlaga pada sembilan pertandingan pekan ke-19 yang digelar Minggu (26/12/2021) dan dua tim lain berlaga sehari kemudian, sekaligus menutup paruh pertama musim 2021-2022. Laga pekan ke-20 kemudian dilanjutkan pada 28-30 Desember dan laga pekan ke-21 berlangsung pada 1-2 Januari.

Baca juga : Jadwal Berlubang Boxing Day

Padatnya jadwal ini menjadi masalah bagi tim karena berlangsung saat Covid-19 varian Omicron meluas dengan cepat di Inggris, termasuk pada pemain dan staf tim. Pada Kamis (23/12/2021), pengelola Liga Inggris membatalkan dua laga terjadwal di Boxing Day, yakni Liverpool versus Leeds United dan Wolverhampton Wanderers melawan Watford, karena permintaan kubu Leeds dan Watford.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Wk-RsSemd54nPUwt2rApry12uGg=/1024x777/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2Fnad10_1640269166.jpg
AP PHOTO/FRANK AUGSTEIN

Petugas mengecek dokumen vaksinasi Covid-19 milik penonton di pintu masuk Stadion Tottenham Hotspur jelang laga Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Liverpool di London, 19 Desember 2021. Jadwal padat pada akhir tahun berkurang setelah sejumlah klub terhantam Covid-19.

Laga melawan Wolves menjadi pertandingan ketiga Watford yang dibatalkan setelah laga versus Burnley dan melawan Crystal Palace. ”Kekurangan pemain yang dialami Watford berlanjut setelah laga melawan Crystal Palace akhir pekan lalu dibatalkan karena wabah Covid-19. Namun, dengan berakhirnya isolasi pemain, Watford diharapkan sudah dapat kembali ke lapangan saat melawan West Ham United pada Selasa, 28 Desember,” demikian pernyataan Liga.

Adapun Leeds mengatakan, terdapat lima kasus positif baru dalam tim utama dan staf sehingga memutuskan menutup lapangan latihan di Thorp Arch selama dua hari sesuai petunjuk Layanan Kesehatan Publik Inggris.

”Pada semua kasus, mereka tidak mengalami gejala karena semua telah menjalani vaksin. Namun, ditambah dengan cedera pemain, kami tak memiliki jumlah pemain tim utama yang cukup untuk menjalani jadwal Liga Primer,” sebut Leeds dalam pernyataan kepada media.

Baca juga : Liga Inggris Dilanjutkan, Pengelola Genjot Vaksinasi

Dengan dua pembatalan ini, sebanyak 12 laga Liga Primer Inggris telah dibatalkan terkait merebaknya Covid-19 musim ini. Meski pada puncaknya akhir pekan lalu terdapat 90 kasus positif baru dalam satu hari, perwakilan klub pada 20 Desember menyetujui laga Boxing Day tetap digelar. Liga menyatakan, jika klub memiliki 13 pemain yang sehat, ditambah satu penjaga gawang, mereka harus menjalankan kewajiban untuk bermain.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/C7pQ7DedNMgJeYyZ3NqYKywzG1A=/1024x682/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2Fnad09_1640269160.jpg
AP PHOTO/JON SUPER

Petugas memakaikan gelang pada suporter yang telah melewati pemeriksaan dokumen Covid-19 sebelum laga Liga Inggris antara Leeds United dan Arsenal di Stadion Elland Road, Leeds, Inggris, 18 Desember 2021.

Terkejut

Persyaratan itu membuat Manajer Everton Rafael Benitez terkejut karena laga timnya melawan Burnley tetap dijadwalkan. Everton terakhir kali berlaga pada 16 Desember saat menahan imbang Chelsea, 1-1. Adapun laga melawan Leicester City, tiga hari kemudian, dibatalkan karena kasus Covid-19 meruak di markas Leicester.

Iklan

”Setelah melawan Chelsea, kami mendapat lima kasus positif Covid-19. Ditambah dengan kasus positif sebelumnya dan cedera yang dialami pemain lain, kami menduga laga akan ditunda,” keluh Benitez, seperti dikutip BBC Sport.

Sekarang saya harus berpikir apakah ada 11 pemain yang fit dan di posisi mana mereka harus ditempatkan. Saya sangat terkejut kami harus bermain.

Juru taktik asal Spanyol itu mengatakan hanya memiliki sembilan pemain lapangan yang fit, ditambah tiga penjaga gawang, dan lima pemain dari tim kedua untuk melawan Burnley. ”Sekarang saya harus berpikir apakah ada 11 pemain yang fit dan di posisi mana mereka harus ditempatkan. Saya sangat terkejut kami harus bermain,” ujarnya.

Kondisi ini bisa memaksa Benitez untuk menurunkan penyerang Dominic Calvert-Lewin, pemain terbaik mereka musim lalu, yang telah absen empat bulan karena cedera. ”Ini risiko yang besar bagi pemain dan sangat tidak adil,” ucap Benitez.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Rh5SCO34XYjW_aJXDqV5YVTN5ek=/1024x665/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2FVirus-Outbreak-Britain_100818342_1639837761.jpg
PA VIA AP/NICK POTTS

Seorang pendukung Leicester City berjalan di luar Stadion King Power, Leicester, Inggris, Kamis (16/12/2021). Pertandingan Liga Inggris antara Leicester dan Tottenham Hotspur ditunda akibat meningkatnya kasus positif Covid-19 di antara para pemain Leicester.

Keprihatinan serupa disuarakan kapten Liverpool, Jordan Henderson. Menurut dia, keputusan melangsungkan jadwal sibuk pada akhir tahun ini bisa menjadi bencana bagi para pemain. Nyaris semua klub sedang tidak dalam kondisi maksimal untuk memainkan rentetan jumlah laga dalam waktu singkat.

”Ini tidak benar. Saya khawatir tidak ada yang benar-benar menganggap serius kesejahteraan pemain. Sepak bola bagi kami adalah segalanya. Kami ingin bisa tampil di level tertinggi setiap berada di lapangan. Sayangnya, pada periode (krisis) ini sulit untuk melakukan itu,” tutur Henderson kepada BBC Sport (Kompas, 24/12/2021).

Pilihan mogok

Terkait kesejahteraan pemain, Manajer Manchester City Pep Guardiola membuka kemungkinan pemain melakukan mogok bermain demi memperjuangkan kesejahteraan. Namun, dia tidak berpikir hal itu akan terjadi.

Baca juga : Covid-19 Berpotensi Ubah Lanskap Persaingan Liga Inggris

”Apakah pemain dan manajer harus bersatu dan mogok main, atau hal seperti itu, karena jika hanya dibicarakan, masalah ini tak akan bisa diselesaikan?” gugatnya. Namun, dia segera menutup kemungkinan itu. ”Tidak, saya tidak berpikir begitu karena kami ingin bermain, untuk membuat orang yang datang ke stadion terhibur.”

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/49FyXnrD0Mekzjb7fNPCbJHU5GA=/1024x723/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2Fnad08_1640269157.jpg
AFP/LINDSEY PARNABY

Penonton memperlihatkan dokumen Covid-19 kepada petugas sebelum menyaksikan laga Liga Inggris antara Wolverhampton Wanderers dan Chelsea di Stadion Molineux, Wolverhampton, Inggris, 19 Desember 2021.

”Tradisi laga Boxing Day dan selanjutnya sangat penting, yang menjadi karakter liga ini. Masalahnya adalah pemain menjalani banyak pertandingan, ditambah laga bersama tim nasional masing-masing yang sangat padat. Mereka hanya punya waktu dua-tiga pekan musim panas untuk berlibur, lalu musim kompetisi berikutnya dimulai lagi,” ujarnya.

Guardiola menekankan, kesejahteraan pemain menjadi yang terpenting, tetapi Liga Inggris musim ini menjadi satu-satunya liga utama yang tidak menerapkan lima pergantian pemain dalam satu pertandingan. ”Kami ingin melindungi pemain, maka terapkan lima pergantian pemain. Ini jauh lebih baik mengingat banyaknya jumlah pertandingan,” katanya.

Maheta Molango, Ketua Asosiasi Pesebak Bola Profesional (PFA), menyebutkan, masalah ini tak bisa disingkirkan begitu saja.

Baca juga : Spurs Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

”Pemain tidak memilih untuk berbicara tentang isu ini jika belum memikirkannya dengan matang. Sekarang bergantung pada pengelola liga untuk menyikapi masalah ini dengan serius. Ini harus segera dilakukan, bukan sesuatu yang bisa disingkirkan lagi dengan mudah,” tutur Molango. (REUTERS)

Editor:
Wisnu Aji Dewabrata
Bagikan