logo Kompas.id
OlahragaAngkat Besi Diisukan Absen di ...

Angkat Besi Diisukan Absen di Olimpiade, Pemerintah Bersiap Lakukan Diplomasi

Pemerintah Indonesia meminta PABSI dan KOI bekerja sama untuk berdiplomasi agar angkat besi tetap dilombakan di Olimpiade. Upaya ini untuk melindungi kepentingan Indonesia.

Oleh
I Gusti Agung Bagus Angga Putra
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/LzWpLLkbqWUW8SAICfK76WDDR9o=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2Fb739210b-72e0-43d1-a887-8dfae45bf92a_jpg.jpg
AP/LUCA BRUNO

Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, tampil di final angkat besi kelas 73 kg putra Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, Rabu (28/7/2021). Erwin meraih medali perunggu.

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), merespons isu dicoretnya cabang olahraga angkat besi di Olimpiade Los Angeles 2028. Mereka bersiap melakukan diplomasi dan lobi jika memang diperlukan untuk melindungi kepentingan Indonesia.

Selain angkat besi, cabang olahraga lain yang terancam dicoret dari Olimpiade adalah tinju dan pentatlon modern. Isu pencoretan ketiga cabang ini sudah berembus sejak beberapa waktu belakangan. Persoalan utama yang disebut membuat Komite Olimpiade Internasional (IOC) mempertimbangkan untuk mencoret ketiga cabang tersebut adalah masalah doping.

Editor:
Yulvianus Harjono
Bagikan