logo Kompas.id
OlahragaGebrakan Para “Sultan” Menghidupkan Liga 2 Indonesia

Gebrakan Para “Sultan” Menghidupkan Liga 2 Indonesia

Nuansa Liga 2 2021-2022 jauh berbeda dibandingkan musim-musim terdahulu. Liga itu tidak lagi dipandang kompetisi semenjana seiring munculnya klub-klub kaya yang dimiliki para "sultan" alias pesohor, seperti Raffi Ahmad.

Oleh MUHAMMAD IKHSAN MAHAR
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/DWI BAYU RADIUS

Selebritas Tanah Air, Raffi Ahmad, berpose saat ditemui November 2020 lalu. Raffi kini melebarkan sayapnya dengan mengakuisisi klub sepak bola Indonesia, Cilegon United. Klub yang lalu dinamai RANS Cilegon FC itu akan berkompetisi di Liga 2 Indonesia mulai pekan depan.

JAKARTA, KOMPAS - Liga 2 Indonesia musim 2021-2022 menghadirkan nuansa dan daya tarik baru seiring hadirnya sejumlah selebritas, tokoh, dan pengusaha muda, yang mengakuisisi klub-klub peserta. Kehadiran investor baru itu tidak hanya berdampak positif bagi tim yang dimilikinya, melainkan juga menggeliatkan industri sepak bola nasional yang sempat lama mati suri akibat pandemi Covid-19.

Fenomena akuisisi klub di Liga 2 oleh para selebritas dan pengusaha muda itu dimulai dari keputusan Kaesang Pangarep untuk mengembalikan nama besar Persis Solo dengan mengakuisisi saham mayoritas klub itu, akhir Maret 2021. Untuk mengelola Persis, putra bungsu Presiden Joko Widodo itu dibantu Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir yang telah kenyang pengalaman mengelola klub olahraga, seperti Inter Milan (di Italia) dan DC United (Amerika Serikat).

Editor: Yulvianus Harjono
Bagikan
Memuat data..