logo Kompas.id
OlahragaPensiun dengan Tenang Setelah Purnatugas

Pensiun dengan Tenang Setelah Purnatugas

Pelatih olahraga, seperti banyak profesi lain, tidak selalu menjadi pekerjaan seumur hidup. Adanya jaminan pensiun setidaknya bisa memberi ketenangan pada pelatih olahraga untuk fokus bekerja.

Oleh YULIA SAPTHIANI
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Priyombodo

Pelatih sektor ganda campuran, Richard Mainaky, melatih di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, 6 Juni 2017. Richard memutuskan pensiun sebagai pelatih pelatnas pada 27 September 2021.

Pelatih olahraga, seperti banyak pekerjaan lain, tidak selalu menjadi pekerjaan seumur hidup. Pada suatu titik, baik karena usia, mencari tantangan baru, maupun alasan lain, pelatih olahraga juga berhak untuk beristirahat. Namun, masalah baru muncul karena profesi pelatih di Indonesia tidak memiliki jaminan pensiun. Akhirnya semua bergantung pada kemampuan mengelola penghasian yang diperoleh saat masih bekerja.

Setelah menjadi pelatih di pemusatan latihan nasional bulu tangkis Indonesia sejak 1995, Richard Mainaky akhirnya pensiun terhitung sejak 27 September 2021. Pelatih berusia 56 tahun itu mengawali karier di pelatnas bulu tangkis pada 1995 ketika menjadi asisten bagi kepala pelatih ganda putri dan campuran, Imelda Wigoeno. Saat itu, nomor ganda campuran belum berdiri sendiri dan diisi oleh pemain ganda putri dan ganda putra. Dua tahun kemudian, Christian Hadinata meminta Richard fokus untuk melatih ganda campuran.

Editor: Johan Waskita
Bagikan