logo Kompas.id
OlahragaRambu Inkonsistensi...

Rambu Inkonsistensi ”Nerazzurri”

Inter, di bawah Inzaghi, tampak berbahaya, tetapi juga rapuh pada saat bersamaan. Inkonsistensi permainan ini menjadi rambu penanda untuk sang pelatih baru Inter.

Oleh
KELVIN HIANUSA
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/M_7IlRQgx0hMwPOVX8qEKNIg69Y=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F09%2FItaly-Soccer-Serie-A_98960285_1631461051.jpg
(TANO PECORARO/LAPRESSE VIA AP

Penyerang Inter Milan, Edin Dzeko (kiri), dan bek Sampdoria, Omar Colley, berebut bola dalam pertandingan Liga Italia antara Sampdoria dan  Inter Milan di Stadion Luigi Ferraris, Genoa, Italia, Minggu (12/9/2021). Pertandingan berakhir imbang, 2-2.

GENOA, MINGGU — Di bawah asuhan Pelatih Simone Inzaghi, Inter Milan selalu bisa menghadirkan bahaya untuk para lawan lewat gaya agresif nan fleksibel. Problemnya, permainan intens ”Nerazzurri” sering kehilangan irama tiba-tiba. Inkonsistensi itu pula yang mengakibatkan Inter gagal untuk meraup poin penuh di markas Sampdoria, Minggu (12/9/2021).

Inter harus puas pulang dengan hanya mengantongi satu poin dari hasil imbang, 2-2, di Stadion Luigi Ferraris. Mereka tak mampu mempertahankan keunggulan setelah dua kali unggul lebih dulu lewat gol bek Federico Dimarco dan penyerang Lautaro Martinez.

Editor:
Wisnu Aji Dewabrata
Bagikan