logo Kompas.id
β€Ί
Olahragaβ€ΊAlfa dan Omega Sebuah Era di...
Iklan

Alfa dan Omega Sebuah Era di Piala Eropa

Turnamen besar antarnegara, seperti Piala Eropa, bagaikan galaksi berisi ribuan bintang. Ketika satu bintang meredup dan menjadi katai, bintang lainnya ganti bersinar terang bak supernova.

Oleh
KELVIN HIANUSA
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/3RmxiTeUTDtSx5TUDq2rSugHCtY=/1024x606/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F06%2F4107193b-e2d7-49e1-ae22-0f63c0a54ac5_jpg.jpg
AFP/FRANK AUGSTEIN/POOL

Striker Inggris, Raheem Sterling, mencetak gol ke gawang Jerman yang dijaga Manuel Neuer (kiri) pada pertandingan babak 16 besar Piala Eropa 2020 di Stadion Wembley, London, Inggris, yang berakhir Rabu (30/6/2021) dini hari WIB. Sterling merupakan salah satu bintang cemerlang di Piala Eropa 2020.

Kisah kontroversial tandukan Zinedine Zidane ke dada Marco Materazzi pada final Piala Dunia Jerman 2006 tidak akan pernah lekang ditelan waktu. Zidane diganjar kartu merah akibat emosinya saat itu. Tanpa sang kapten, Perancis lantas takluk dari Italia dalam drama adu penalti.

Satu dekade berlalu, Zidane menyatakan penyesalannya terkait tindakan impulsifnya itu. ”Saya tidak bangga dengan dengan apa yang terjadi pada (Piala Dunia) 2006. Saya tidak menyarankan satu pun pemain lainnya berlaku seperti itu,” kata mantan pemain dan pelatih Madrid tersebut pada 2016 silam.

Editor:
Yulvianus Harjono
Bagikan