logo Kompas.id
OlahragaTim Davis Harus Lebih...
Iklan

Tim Davis Harus Lebih Kompetitif

Format baru Piala Davis mulai 2020 menciptakan persaingan antarzona. Petenis Indonesia selain Christopher ”Christo” Rungkat harus lebih kompetitif dan tidak hanya bergantung kepada Christo sebagai pemain kunci.

Oleh
YULIA SAPTHIANI
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Su3rlgweSNqxhTnp_evXgwY6vng=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F03%2Fdb576d4a-00fe-4b34-8a22-d2f1eb207311_jpg.jpg
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Aksi petenis Indonesia Christopher Rungkat (kiri) dan David Agung Susanto (kanan) berlaga melawan ganda Kenya, Ibrahim Kibet Yego dan Ismael Changawa Ruwa Mzai, dalam partai ganda Playoff Grup Dunia II Piala Davis di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/3/2020). Ganda Indonesia Christopher Rungkat/David Agung Susanto mengalahkan ganda Kenya, Ibrahim Kibet Yego/Ismael Changawa Ruwa Mzai, dengan skor 6-7 (2-7), 7-6 (8-6), 7-6 (7-3). Meski melalui laga alot dan melewati tiga kali tie break, kemenangan ganda ini membawa tim Davis Indonesia bertahan di Grup II Piala Davis 2020.

JAKARTA, KOMPAS — Untuk kelima kalinya sejak 2014, Tim Piala Davis Indonesia bertahan pada Grup II melalui jalan playoff dengan Christopher ”Christo” Rungkat sebagai kunci. Dalam format baru yang menciptakan persaingan antarzona, petenis Indonesia selain Christo harus lebih kompetitif.

Indonesia selamat dari bayang-bayang degradasi ke Grup III Zona Asia/Oseania setelah mengalahkan Kenya, 4-0, dalam playoff Grup Dunia II di Jakarta, 3-7 Maret. Christo dan David Agung Susanto, masing-masing, menyumbangkan kemenangan dari nomor tunggal dan ganda sebagai pasangan. Satu kemenangan lagi ditambah petenis debutan berusia 17 tahun, Gunawan Trismuwantara.

Editor:
Bagikan