logo Kompas.id
Olahraga”Hoaks” Picu Tingginya Angka Kematian dalam Ajang Lari Indonesia

”Hoaks” Picu Tingginya Angka Kematian dalam Ajang Lari Indonesia

&nbspJAKARTA KOMPAS Ajang lari semakin dimintai di Indonesia dalam beberapa tahun ini Namun seiring meningkatnya gaya hidup sehat itu justru berbanding lurus dengan potensi korban meninggal saat mengikuti ajang tersebut Salah satu penyebab utama adalah penanganan yang salah dan hoaks keseh

Oleh ADRIAN FAJRIANSYAH
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Peserta Borobudur Marathon 2018 saat start di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (18/11/2018). Olah raga lari membutuhkan persiapan yang baik supaya peserta tidak mengalami cedera.

JAKARTA, KOMPAS – Ajang lari semakin dimintai di Indonesia dalam beberapa tahun ini. Namun, seiring meningkatnya gaya hidup sehat itu, justru berbanding lurus dengan potensi korban meninggal saat mengikuti ajang tersebut. Salah satu penyebab utama adalah penanganan yang salah dan hoaks kesehatan terkait olahraga lari.

Menurut Sekretaris Jakarta Berlari Muhammad Nur Kamaluddin, geliat ajang lari terus meningkat di Indonesia. Lomba lari meningkat 33 persen dari 288 kegiatan pada 2017 menjadi 341 kegiatan pada 2018. Hingga pertengahan 2019, sudah ada 253 kegiatan dan berpotensi terus bertambah.

Editor: Agung Setyahadi
Bagikan
Memuat data..