logo Kompas.id
OlahragaMenakar Hasil SNAG dengan Bijak

Menakar Hasil SNAG dengan Bijak

Oleh
· 3 menit baca

Pecahnya sembilan rekor nasional renang di kejuaraan Singapore National Age Group (SNAG) ke-48, pada 24-29 Maret, di Singapura, merupakan hasil yang harus dipuji dan sangat menggembirakan. Meningkatnya kecepatan para perenang Indonesia itu mengindikasikan hasil positif dari program pelatnas yang mereka jalani.Sembilan rekornas yang berhasil dipecahkan meliputi nomor 400 meter gaya bebas putra atas nama Fadlan Prawira (dari 3 menit 58,52 detik menjadi 3 menit 55,88 detik), 800 m gaya bebas putra atas nama Fadlan Prawira (dari 8 menit 18,17 detik menjadi 8 menit 14,06), 1.500 m gaya bebas putra atas nama Fadlan Prawira (dari 15 menit 38,23 detik menjadi 15 menit 34,50 detik), dan 4 x 100 m estafet ganti putri oleh Nurul, Vanessa, Adinda, dan Sagita (dari 4 menit 18,37 detik menjadi 4 menit 15,69 detik).Selain itu, nomor 100 m gaya dada putri atas nama Vanessa Evato (dari 1 menit 11,89 detik menjadi 1 menit 10,89 detik), 50 m gaya dada putri atas nama Vanessa Evato (dari 33,22 detik menjadi 32,73 detik), 400 m gaya ganti putri atas nama Azzahra Permatahani (dari 4 menit 54,24 detik menjadi 4 menit 53,99 detik), 4 x 200 m estafet bebas putri oleh Sagita, Raina, Ressa, Azzahra (dari 8 menit 30,00 detik menjadi 8 menit 27,18 detik), serta 50 m gaya punggung putra atas nama I Gede Siman Sudartawa (dari 25,17 detik menjadi 25,15 detik). Apakah hasil di SNAG ke-48 itu bisa dijadikan acuan untuk SEA Games 2017? Jawabannya tentu saja tidak. Sebab, SNAG bukanlah kejuaraan yang menghadirkan semua perenang terbaik di kawasan Asia Tenggara. Meski SNAG diikuti banyak perenang terbaik Singapura, Malaysia, Thailand, dan Jepang, peta kekuatan tidak serta-merta bisa dilihat dari hasil SNAG itu. Vietnam yang mempunyai perenang putri andal Nguyen Thi Anh Vien tidak mengikuti SNAG itu. Perenang putra terbaik Singapura, sang wonder boy Joseph Isaac Schooling, juga tidak ikut. Padahal, dialah raja di nomor-nomor 50, 100, dan 200 m gaya kupu-kupu serta nomor 50 dan 100 m gaya bebas. Perenang putra terbaik Singapura di nomor gaya punggung, Zheng Wen Quah, juga absen. Begitu juga di kelompok putri, perenang andal Singapura, Tao Li, tidak mengikuti SNAG.Siman dan IndraJika dilihat dari catatan waktu para perenang Indonesia di SNAG dan juga catatan waktu di SEA Games 2015 Singapura, Indonesia berpeluang meraih medali emas dari dua perenang spesialisnya, yaitu I Gede Siman Sudartawa di nomor 50 m gaya punggung dan Indra Gunawan di nomor 50 m gaya dada.Syaratnya, baik Siman maupun Indra harus bisa tampil minimal secepat rekornas yang mereka pegang saat ini, yaitu 25,15 detik untuk rekornas di nomor 50 m punggung dan 27,82 detik di nomor 50 m dada.Peluang Indra juga terbuka di nomor 100 m dada jika dirinya mampu memperbaiki rekornas atas namanya sendiri, yaitu 1 menit 1,92 detik. Di nomor 100 m punggung, Siman harus bekerja keras melewati rekor Zheng Wen Quah di SEA Games saat ini, yaitu 54,51 detik. Di SNAG lalu, Siman mencetak waktu 25,15 detik. Di gaya dada putri, khususnya nomor 50 dan 100 m, Vanessa Evato bisa memanfaatkan sisa waktu tiga bulan ini untuk bisa lebih cepat daripada perenang Singapura, Ho Ru\'En Roanne, pemegang rekor SEA Games di 50 m dengan 31,45 detik. Di nomor 100 m, rekor SEA Games dipegang atlet Malaysia yang tidak turun di SNAG, Siow Yi Ting, dengan 1 menit 9,82 detik. Di gaya bebas putra, Fadlan juga harus memperbaiki waktunya untuk menyaingi perenang Malaysia, Welson Sim.Belajar dari hasil SNAG, banyak hal harus diupayakan sehingga para perenang Indonesia semakin cepat dalam tiga bulan ke depan. (OKI)

Editor:
Bagikan