logo Kompas.id
NusantaraAplikasi Sirekap Tarik...
Iklan

Aplikasi Sirekap Tarik Perhatian dalam Simulasi Pemungutan Suara

Proses tahapan Pemilu 2024 harus disiapkan matang. Kekeliruan, bisa menghambat proses dan memicu protes dan temuan Bawaslu.

Oleh
ADRIAN FAJRIANSYAH
· 3 menit baca
Proses simulasi pemungutan suara untuk Pemilu 2024 yang diselenggarakan KPU Palembang di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (25/12/2023).
KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAH

Proses simulasi pemungutan suara untuk Pemilu 2024 yang diselenggarakan KPU Palembang di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (25/12/2023).

PALEMBANG, KOMPAS — Penggunaan aplikasi Sirekap menjadi perhatian utama Komisi Pemilihan Umum Palembang saat melaksanakan simulasi pemungutan suara Pemilihan Umum 2024. Tata cara penggunaan aplikasi itu sejatinya sederhana tetapi harus dipelajari dan dipahami jauh-jauh hari agar tidak menghambat proses pemungutan suara yang dilakukan pada 14 Februari 2024.

”Aplikasi ini sederhana sebetulnya, kita hanya menginstalnya dan login menggunakan ID yang akan diberikan kepada setiap petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara). Hanya saja, penggunaannya harus betul-betul dipahami agar tidak mengganggu proses yang ada,” ujar Muhammad Joni di Divisi Teknis KPU Palembang di sela simulasi di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (25/12/2023).

Baca Berita Seputar Pemilu 2024
Pahami informasi seputar pemilu 2024 dari berbagai sajian berita seperti video, opini, Survei Litbang Kompas, dan konten lainnya.
Kunjungi Halaman Pemilu

Baca juga: MK Diminta Atur Caleg Terpilih Maju Pilkada Juga Harus Mundur

Joni mengatakan, simulasi itu melibatkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di seluruh Palembang. Simulasi dimulai pukul 07.00 dan ditutup pukul 13.00 sebagaimana jadwal pemungutan suara resmi pada 14 Februari 2024. Usai pemungutan suara, KPPS akan melakukan perhitungan suara.

”Nanti dokumen formulir C yang berisi hasil perolehan suara untuk pemilihan presiden/wakil presiden hingga DPR, DPR provinsi, DPR kabupaten/kota, dan DPD akan difoto menggunakan aplikasi Sirekap dan dicocokkan dengan data yang ada. Data dari aplikasi itu akan langsung masuk ke server milik KPU pusat,” kata Joni.

Yang perlu dipahami dan dipastikan adalah aplikasi Sirekap hanya bisa digunakan pada ponsel sistem Android. Aplikasi itu belum mengakomodasi ponsel dengan sistem iOS.

Kemudian, Joni menuturkan, KPPS akan mendapatkan salinan berupa hardcopy dan digital. Salinan digital itu bisa didapat usai melakukan pemindaian dari barcode yang muncul di aplikasi Sirekap. ”Yang perlu dipahami dan dipastikan adalah aplikasi Sirekap hanya bisa digunakan pada ponsel sistem Android. Aplikasi itu belum mengakomodasi ponsel dengan sistem iOS,” ungkap Joni.

Joni menyampaikan, pihaknya sudah memberikan bimbingan teknis penggunaan aplikasi Sirekap kepada PPK dan PPS pada 18-19 Desember 2023. Nantinya sehari usai pelantikan pada 25 Januari 2024, giliran KPPS yang akan diberikan bimbingan teknis,” tuturnya.

Penggunaan aplikasi Sirekap menjadi perhatian utama KPU Palembang saat melaksanakan simulasi pemungutan suara Pemilu 2024.
KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAH

Penggunaan aplikasi Sirekap menjadi perhatian utama KPU Palembang saat melaksanakan simulasi pemungutan suara Pemilu 2024.

Iklan

Terkait perekrutan KPPS, kata Joni, prosesnya telah memasuki tahapan seleksi administrasi usai dibuka pendaftaran selama 11-20 Desember 2023. Kalau lulus administrasi, daftar calon KPPS akan mendapatkan tanggapan masyarakat sebelum dinyatakan diterima dan diumumkan di kelurahan masing-masing.

”Di Palembang, ada 4.777 TPS. Artinya, kalau ada tujuh petugas KPPS di setiap TPS, secara keseluruhan Palembang membutuhkan 33.439 anggota KPPS,” kata Joni.

Manfaat simulasi

Anggota PPS Talang Semut, Palembang, Firmansyah, mengatakan, simulasi itu sangat dibutuhkan agar PPS mengetahui secara detail dan lebih siap menghadapi pemungutan suara pada 14 Februari 2024. Itu pun menjadi bekal PPS untuk memberikan bimbingan kepada KPPS di wilayahnya masing-masing.

Baca juga: Isu IKN Panaskan Panggung Debat, Siapa Diuntungkan?

”PPS perlu tahu persis rangkaian proses pemungutan suara agar bisa memastikan semua tahapannya nanti sesuai prosedur. Apalagi, sebagian besar petugas KPPS kemungkinan anak-anak muda yang belum berpengalaman dengan kegiatan pemungutan suara atau pemilu,” ujarnya.

Menurut Firmansyah, penggunaan aplikasi Sirekap tidak akan terlalu sulit dikuasai oleh KPPS. Itu karena mayoritas anggota KPPS berasal dari generasi muda yang sudah terbiasa menggunakan ponsel pintar. Tinggal nanti langkah-langkah penggunaan aplikasi itu yang disosialisasikan agar sesuai prosedur.

Proses simulasi pemungutan suara untuk Pemilu 2024 yang diselenggarakan KPU Palembang di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (25/12/2023).
KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAH

Proses simulasi pemungutan suara untuk Pemilu 2024 yang diselenggarakan KPU Palembang di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (25/12/2023).

Justru yang lebih disoroti oleh Firmansyah adalah kecermatan KPPS dalam proses administrasi. Salah satunya adalah mereka harus benar-benar memastikan bahwa yang ingin mencoblos memiliki surat undangan dan mencocokkannya dengan daftar yang ada.

”Kalau ada kekeliruan dalam administrasi, ini yang bisa memicu protes keras dari para saksi dan bisa menjadi temuan oleh Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu),” kata Firmansyah.

Selebihnya, Firmansyah mewanti-wanti kelancaran proses pemungutan suara karena jadwalnya yang terbatas dan kelancaran perhitungan suara. Kalau ada hambatan, proses perhitungan suara bisa berlarut-larut melebihi tengah malam.

”Perhitungan suara ini yang sangat melelahkan. Kalau ada hambatan, prosesnya bisa sampai pagi keesokan harinya (pasca-pemungutan suara),” tutur Firmansyah.

Editor:
NELI TRIANA
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000