logo Kompas.id
β€Ί
Nusantaraβ€ΊDilema Memilih Air Bersih...
Iklan

Dilema Memilih Air Bersih Terbaik di Cekungan Bandung

Polemik BPA pada kemasan air galon membuka peliknya penyediaan air bersih di Kota Bandung. Kondisi ini butuh solusi agar dampaknya tidak memicu beragam kerentanan di kemudian hari.

Oleh
MACHRADIN WAHYUDI RITONGA, CORNELIUS HELMY HERLAMBANG
Β· 1 menit baca
Warga di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, membawa panci, galon air, dan penanak nasi untuk mengungsi, Selasa (28/1/2020). Meskipun banjir akibat luapan Sungai Citarum dan anak sungainya berangsur surut, lebih dari 1.000 warga di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang masih mengungsi.
KOMPAS/TATANG MULYANA SINAGA

Warga di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, membawa panci, galon air, dan penanak nasi untuk mengungsi, Selasa (28/1/2020). Meskipun banjir akibat luapan Sungai Citarum dan anak sungainya berangsur surut, lebih dari 1.000 warga di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang masih mengungsi.

Potensi munculnya Bisphenol A dalam air galon menguak sulitnya mendapat air bersih bagi warga perkotaan, termasuk di Kota Bandung, Jawa Barat. Keterbatasan pilihan itu membuat hidup warga dibayangi berbagai kerentanan saat ini dan nanti.

Setiaji (31), warga Gedebage, Kota Bandung, galau. Kabar munculnya Bisphenol A (BPA) dalam kemasan galon air minum membuatnya cemas. BPA merupakan bahan yang sering digunakan dalam produksi plastik polikarbonat dan resin epoksi. Bahan kimia ini yang digunakan sebagai pengeras plastik untuk air minum dalam kemasan galon.

Editor:
NELI TRIANA
Bagikan