logo Kompas.id
โ€บ
Nusantaraโ€บDialog Damai Harus Terus...
Iklan

Dialog Damai Harus Terus Dihidupkan untuk Menyelesaikan Akar Konflik Papua

Dialog harus terus dihidupkan dan diwujudkan sebagai ruang untuk menyelesaikan lebih mendalam masalah Papua. Dialog menjadi pintu masuk untuk mendalami konflik dan menemukan solusi terbaik.

Oleh
VIDELIS JEMALI
ยท 1 menit baca
Ruas Jalan Trans-Papua yang berkelok dengan pemandangan menawan Lembah Kebar di Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, Jumat (16/4/2021). Jalan Trans-Papua di Lembah Kebar berjarak sekitar 180 kilometer dari Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat. Keberadaan jalan Trans-Papua memudahkan mobilitas serta menurunkan biaya transportasi dan barang.
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Ruas Jalan Trans-Papua yang berkelok dengan pemandangan menawan Lembah Kebar di Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, Jumat (16/4/2021). Jalan Trans-Papua di Lembah Kebar berjarak sekitar 180 kilometer dari Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat. Keberadaan jalan Trans-Papua memudahkan mobilitas serta menurunkan biaya transportasi dan barang.

PALU, KOMPAS โ€” Dialog antara pemerintah pusat serta pemerintah daerah dengan berbagai elemen masyarakat di Papua harus terus dihidupkan dan diwujudkan sebagai ruang untuk memahami lebih dalam akar masalah di Papua. Hal itu agar konflik di Tanah Papua dapat segera diselesaikan sehingga terwujudlah perdamaian.

Demikian intisari pemaparan antropolog Universitas Papua, Monokwari, Papua Barat, I Ngurah Suryawan, dalam webinar bertema โ€Pastor Neles Tebay dan Dialog Papua Tanah Damaiโ€, Minggu (18/9/2022) malam, yang diikuti Kompas dari Palu, Sulawesi Tengah. Webinar tersebut diselenggarakan Lembaga Justice, Peace, and Integraty of Creation (JPIC) Ordo Fratrum Minorum (OFM) Indonesia.

Editor:
AUFRIDA WISMI WARASTRI
Bagikan