logo Kompas.id
NusantaraPotensi Pengembangan Sorgum...
Iklan

Potensi Pengembangan Sorgum NTT Masih Terabaikan

Provinsi NTT memiliki lahan untuk sorgum sangat potensial, tetapi terabaikan. Gagal panen setiap tahun dari padi dan jagung tidak mendorong pemerintah beralih ke sorgum.

Oleh
KORNELIS KEWA AMA
· 6 menit baca
Lahan sorgum seluas 2 hektar milik petani Desa Kawalelo, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur (daratan), NTT. Petani di desa ini tergabung dalam koperasi Likotuden khusus jual-beli sorgum petani.
DOKUMEN KOPERASI

Lahan sorgum seluas 2 hektar milik petani Desa Kawalelo, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur (daratan), NTT. Petani di desa ini tergabung dalam koperasi Likotuden khusus jual-beli sorgum petani.

KUPANG, KOMPAS — Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki potensi besar lahan sorgum di daerah pesisir, tetapi belum dimanfaatkan. Pemerintah memilih fokus pada budidaya padi dan jagung yang sangat bergantung pada curah hujan.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana Kupang Damianus Adar di Kupang, Rabu (10/8/2022), mengatakan, NTT dengan pertanian lahan kering sebenarnya memiliki potensi sorgum yang luar biasa, terutama di wilayah pesisir. ”Sorgum cocok hidup di lahan kering dan jarang hujan. Mestinya pemerintah fokus juga pada komoditas ini, tetapi diabaikan begitu saja. Kebijakan nasional soal pangan, sorgum tidak masuk kecuali padi dan jagung,” kata Damianus.

Editor:
RINI KUSTIASIH
Bagikan