logo Kompas.id
β€Ί
Nusantaraβ€ΊRabies di Flores-Lembata,...

Rabies di Flores-Lembata, antara Ada dan Tiada

Keberadaan anjing rabies di Flores-Lembata sangat mengancam keselamatan warga. Namun, kepedulian pemda setempat sangat rendah, bahkan tidak ada.

Oleh
KORNELIS KEWA AMA
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/v8c5AppZUejM7hqVbk8QLt1cYRo=/1024x688/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F04%2F24%2F1c2789b5-f98e-4b09-9cbc-37c4ab11f39d_jpg.jpg

Gerombolan anjing sedang berburu seekor babi hutan di Lembata, Nusa Tenggara Timur. Anjing biasanya untuk berburu, menjaga rumah, dan menambah ekonomi keluarga setelah dijual.

Pulau Flores dan Pulau Lembata di Nusa Tenggara Timur tak kunjung bebas dari penyakit rabies pada anjing peliharaan. Sebanyak 10 kabupaten di wilayah itu terpapar virus rabies, dengan jutaan kasus gigitan yang mengakibatkan lebih dari 300 kasus kematian. Bahkan, di Kabupaten Sikka ditetapkan kejadian luar biasa rabies. Kepedulian pemerintah menanggulangi kasus ini masih jauh dari harapan.

Editor:
CHRISTOPERUS WAHYU HARYO PRIYO
Bagikan