logo Kompas.id
β€Ί
Nusantaraβ€ΊPotensi Biogas Sulut Besar,...
Iklan

Potensi Biogas Sulut Besar, Pemanfaatan Masih Minim

Potensi pemanfaatan biogas dari kotoran ternak, terutama kotoran babi, sangat besar di Sulawesi Utara, tetapi belum maksimal. BRIN dan BPS berupaya mempromosikan energi baru terbarukan ini melalui riset.

Oleh
KRISTIAN OKA PRASETYADI
Β· 1 menit baca
Jantje Sumelang (65, bertopi hijau) mendampingi perangkat Desa Tumaluntung, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, di reaktor biogas di area peternakan babi miliknya, Senin (4/7/2022).
KOMPAS/KRISTIAN OKA PRASETYADI

Jantje Sumelang (65, bertopi hijau) mendampingi perangkat Desa Tumaluntung, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, di reaktor biogas di area peternakan babi miliknya, Senin (4/7/2022).

MANADO, KOMPAS β€” Potensi pemanfaatan biogas dari kotoran ternak, terutama babi, sebagai bahan bakar sangat besar di Sulawesi Utara, tetapi belum maksimal. Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Badan Pusat Statistik pun berupaya mempromosikan energi baru terbarukan ini melalui riset.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, populasi babi ternak di Sulut pada 2021 mencapai 426.973 ekor, terbanyak kelima se-Indonesia. Namun, baru satu desa yang telah memanfaatkan kotoran ternak tersebut menjadi biogas sebagai alternatif elpiji, yaitu Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara.

Editor:
MOHAMAD FINAL DAENG
Bagikan