logo Kompas.id
NusantaraKolaborasi Pemuda Sulut untuk ...
Iklan

Kolaborasi Pemuda Sulut untuk Selamatkan Bumi

Masalah lingkungan hidup di dunia masa kini tak banyak berubah meski setengah abad telah berlalu sejak Deklarasi Stockholm ditelurkan pada 1972. Untuk selamatkan Bumi, pemuda di Sulawesi Utara pun berkolaborasi.

Oleh
KRISTIAN OKA PRASETYADI
· 1 menit baca
Pendiri Inblood Chris Lamangsiang, COO Baciraro Clay Lalamentik, CEO Baciraro Marlon Kamagi, dan Ardi Sehangunaung dari Sea Soldier Sulawesi Utara (dari kiri ke kanan) dalam gelar wicara memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Minggu (5/6/2022).
KOMPAS/KRISTIAN OKA PRASETYADI

Pendiri Inblood Chris Lamangsiang, COO Baciraro Clay Lalamentik, CEO Baciraro Marlon Kamagi, dan Ardi Sehangunaung dari Sea Soldier Sulawesi Utara (dari kiri ke kanan) dalam gelar wicara memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Minggu (5/6/2022).

Marlon Kamagi memulai dengan sebuah perumpamaan. ”Coba bayangkan kita memarkir mobil di tengah lapangan, tepat tengah hari yang terik sekali, pas matahari lagi ’lucu-lucunya’. Matikan AC mobil, tutup semua kaca jendela, lalu kita diam di dalam selama satu jam. Bagaimana rasanya? Jadi sama dengan sauna, kan?” tuturnya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa kaca tersebut layaknya lapisan karbon yang menyelubungi bagian dalam atmosfer Bumi. Semakin banyak emisi karbon yang dilepas ke udara, akan semakin sulit panas dari radiasi matahari meninggalkan atmosfer kita. Alhasil, suhu Bumi akan terus meningkat.

Editor:
MOHAMAD FINAL DAENG
Bagikan