logo Kompas.id
NusantaraLebaran yang Mulai Terasa...

Lebaran yang Mulai Terasa "Normal" di Manado

Tiga kali puasa, tiga kali Lebaran. Tak ada yang tahu virus korona akan pergi kapan. Namun, di Manado, sebersit kelaziman hidup layaknya masa prapandemi Covid-19 mulai terasa dalam perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah.

Oleh
KRISTIAN OKA PRASETYADI
· 1 menit baca
Warga yang beragama Islam berziarah ke kompleks Makam Sekar Kedaton di Manado, Sulawesi Utara, selepas shalat Id pada Idul Fitri 1443 Hijriah, Senin (2/5/2022). Sebagian warga menilai perayaan Lebaran tahun ini lebih semarak karena pembatasan sosial tak lagi ketat seperti dua tahun yang telah lalu.
KOMPAS/KRISTIAN OKA PRASETYADI

Warga yang beragama Islam berziarah ke kompleks Makam Sekar Kedaton di Manado, Sulawesi Utara, selepas shalat Id pada Idul Fitri 1443 Hijriah, Senin (2/5/2022). Sebagian warga menilai perayaan Lebaran tahun ini lebih semarak karena pembatasan sosial tak lagi ketat seperti dua tahun yang telah lalu.

Tiga kali puasa, tiga kali Lebaran. Tak ada yang tahu virus korona akan pergi kapan. Namun, Yunita Lamaluta (28), warga Manado, Sulawesi Utara, mulai merasakan kembali sebersit kelaziman hidup layaknya masa prapandemi Covid-19 dalam perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah yang jatuh pada Senin (2/5/2022).

Untuk pertama kalinya sejak 2020, ia berdiri dalam saf shalat Idul Fitri tanpa jarak 1 meter dari umat di kanan kirinya. ”Tahun lalu safnya jarang-jarang karena harus jaga jarak. Sekarang sudah tidak ada jarak, tetapi tetap patuh protokol kesehatan dengan pakai masker,” ujar Yunita yang mengikuti shalat Idul Fitri di Masjid Al Hikmah di kawasan Asrama Sapta Marga XII.

Editor:
HARIS FIRDAUS
Bagikan