logo Kompas.id
NusantaraUbud Lebih dari Sekadar...
Iklan

Ubud Lebih dari Sekadar ”Healing”

Ubud tidak sebatas menawarkan solusi ”healing” atau pemulihan yang sering dihubungkan dengan liburan ke luar kota oleh anak muda kekinian.

Oleh
ERIKA KURNIA, KRISTI DWI UTAMI
· 5 menit baca
Warga berjalan kaki di daerah Campuhan Ridge Walk di Ubud, Gianyar, Bali, Selasa (22/3/2022).
KOMPAS/ERIKA KURNIA

Warga berjalan kaki di daerah Campuhan Ridge Walk di Ubud, Gianyar, Bali, Selasa (22/3/2022).

Hijaunya sawah dan pepohonan beserta ekosistemnya menyatu bersama denyut kehidupan manusia yang sarat kehidupan berkesenian dan berkesadaran di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Ubud menjadi lokasi yang tepat bagi mereka yang ingin healing sejenak dari hiruk-pikuk aktivitas di kota besar.

Ubud yang berasal dari kata Ubad atau obat bukanlah tempat yang sembarangan. Ubud tidak sebatas menawarkan solusi healing atau pemulihan dari kejenuhan, stres, dan lelah psikis yang sering dihubungkan dengan liburan ke luar kota oleh anak muda kekinian. Makna healing atau penyembuhan yang sesungguhnya sudah lama terpatri di nama Ubud hingga kini.

Selain mendatangi galeri atau tempat pertunjukan kesenian di Ubud, wisatawan bisa menikmati ketenangan suasana alam dari halaman atau balkon penginapan yang terhubung dengan ruang privat mereka. Jika ingin rekreasi ke luar, wisatawan bisa pergi ke Monkey Forest untuk menikmati suasana hutan lindung dengan seribuan monyet.

Sejumlah warga memasuki daerah Campuhan Ridge Walk di Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (23/3/2022).
KOMPAS/ERIKA KURNIA

Sejumlah warga memasuki daerah Campuhan Ridge Walk di Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (23/3/2022).

Wisatawan berjalan kaki di daerah Campuhan Ridge Walk di Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (23/3/2022) sore.
KOMPAS/ERIKA KURNIA

Wisatawan berjalan kaki di daerah Campuhan Ridge Walk di Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (23/3/2022) sore.

Ada juga Campuhan Ridge Walk, yaitu jalan setapak selebar lebih kurang 1,5 meter di atas punggungan bukit yang membujur dari utara ke selatan. Panjang jalan setapak itu sekitar 1 kilometer dan dapat disusuri dalam waktu sekitar 30 menit tanpa berhenti.

Jalan ini juga populer sebagai lokasi olahraga lari atau berjalan kaki santai. Waktu jelang matahari terbit atau tenggelam merupakan waktu terbaik untuk datang ke sana karena suasana itu dapat ditonton dari berbagai sisi jalan. Wisatawan seperti Femi (27) pun tidak melewatkan tempat itu sebagai destinasi yang ingin dikunjungi di Ubud dalam liburan bertema healing-nya.

Pemuda yang berprofesi sebagai desainer itu memang tidak menilai tempat itu istimewa. ”Namun, tempat ini ramah untuk pejalan kaki dan tidak sesibuk Ubud Sentral yang ramai manusia,” ujarnya saat ditemui, Selasa (22/3/2022).

Putu Diarthi, pengelola penginapan dan rumah makan di Jalan Suweta, juga kerap menjumpai turis yang sengaja datang untuk sekadar liburan sesaat di Ubud. Namun, banyak juga yang datang selain untuk kesenangan, seperti untuk retret, yaitu upaya memisahkan diri dan mencari ketenangan batin.

Saya sudah tiga kali datang ke Bali, tetapi baru pertama kali ini datang ke Ubud. Jika sebelumnya saya datang untuk berwisata, kali ini saya datang khusus untuk penyembuhan.

Penginapan yang dibangun di lahan keluarganya, kata Putu, juga bekerja sama dengan pengelola penginapan yang menawarkan paket liburan dalam bentuk retret. ”Jadi, orang yang tinggal di sini mau berlibur sepaket dengan kegiatan retret, seperti yoga, jalan kaki, dan sepedaan ke sawah, ke Pura Tirta Empul, dan sebagainya,” ungkapnya.

Seseorang berjalan kaki di daerah Campuhan Ridge Walk di Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (23/3/2022).
KOMPAS/ERIKA KURNIA

Seseorang berjalan kaki di daerah Campuhan Ridge Walk di Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (23/3/2022).

Sebagian orang pun rela menempuh ribuan kilo untuk mendatangi Ubud dan mencari ”kesembuhan” dari persoalan dengan dirinya. Kathrine (54), misalnya, secara khusus datang dari Amerika Serikat Februari lalu untuk menyembuhkan diri. Berbekal informasi dari seorang temannya, Kathrine memboyong dua anaknya untuk ikut berobat.

”Saya sudah tiga kali datang ke Bali, tetapi baru pertama kali ini datang ke Ubud. Jika sebelumnya saya datang untuk berwisata, kali ini saya datang khusus untuk penyembuhan,” ujar Kathrine.

Kathrine memilih untuk mengikuti program penyembuhan di Yoga Barn, salah satu pusat yoga terbesar di Ubud, bahkan di Indonesia. Menurut rencana, Kathrine akan tinggal di tempat itu sekaligus berobat selama sebulan.

Baca juga: Wow... Asyiknya Kembali ke Bali...

Wisatawan mancanegara mendaftar paket yoga di salah satu pusat yoga terbesar di Indonesia, Yoga Barn, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (22/3/2022). Umumnya, wisatawan datang ke Ubud untuk berwisata sekaligus mengikuti terapi penyembuhan kondisi fisik dan mental.
KOMPAS/KRISTI D UTAMI

Wisatawan mancanegara mendaftar paket yoga di salah satu pusat yoga terbesar di Indonesia, Yoga Barn, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (22/3/2022). Umumnya, wisatawan datang ke Ubud untuk berwisata sekaligus mengikuti terapi penyembuhan kondisi fisik dan mental.

Wisatawan berjalan di salah satu pusat yoga terbesar di Indonesia, Yoga Barn, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (22/3/2022).
KOMPAS/KRISTI D UTAMI

Wisatawan berjalan di salah satu pusat yoga terbesar di Indonesia, Yoga Barn, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (22/3/2022).

Iklan

Wisatwan lain asal Rusia, Lada (41), bahkan memilih untuk menetap di Ubud karena jatuh cinta dengan tempat itu. Tiga tahun tinggal di Ubud membuat Lada merasa menemukan kedamaian. Ia juga bisa mendalami aktivitas kegemarannya, yakni yoga dan meditasi.

”Di Ubud, saya bisa hidup lebih tenang, damai, dan sehat. Saya juga bisa mengikuti banyak kelas yoga dan meningkatkan kualitas hidup saya,” ucapnya.

Sebelumnya, Lada yang baru dua kali datang ke Bali sebelum memutuskan menetap dalam waktu lama itu sudah berkunjung ke 54 negara lain. Bagi Lada, Bali, khususnya Ubud, adalah tempat terbaik.

Baca juga: Bali Masih Tetap Andalkan Wisata

Tak hanya diburu oleh wisatawan mancanegara, Ubud juga menjadi tempat tujuan wisatwan lokal untuk healing. Ajeng (34), karyawan swasta asal Jakarta itu, memilih Ubud sebagai tempat healing sekaligus bekerja dari rumah sejak Juni 2021.

”Saya memilih Bali, spesifiknya Ubud, karena di sini tenang. Ingin cari suasana berbeda saja. Di Jakarta, udaranya panas, tidak adem seperti di sini,” ucap Ajeng.

Menurut Ajeng, cukup banyak kenalannya yang juga memilih untuk bekerja dari Bali. Tren bekerja dari Bali itu populer setelah pemerintah pusat mencanangkan program ”work from Bali”. Upaya itu dilakukan untuk memancing geliat pariwisata di daerah tersebut.

Suasana penginapan di Desa Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (22/3/2022). Sejak ada pelonggaran aturan perjalanan dan aturan karantina, wisatawan mulai berdatangan di wilayah tersebut.
KOMPAS/ERIKA KURNIA

Suasana penginapan di Desa Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (22/3/2022). Sejak ada pelonggaran aturan perjalanan dan aturan karantina, wisatawan mulai berdatangan di wilayah tersebut.

Gaya hidup

Seiring dengan pandemi, sebagian besar orang mulai menerapkan gaya hidup sehat. Jauh sebelum itu, di Ubud, wisata kesehatan telah dipopulerkan. Salah satu yang ikut memopulerkan gaya hidup sehat di Ubud adalah I Made Gunarta, pemilik Yoga Barn.

Sebelumnya, yoga dan meditasi sudah banyak dilakukan oleh orang-orang Bali. Biasanya, yoga dilakukan oleh orang-orang yang tersebar di berbagai lokasi.

Pada tahun 2007, Gunarta bersama istrinya terang-terangan mempromosikan yoga dan meditasi untuk kesehatan. Mereka kemudian mendirikan Yoga Barn yang bisa dijadikan pusat kebugaran dan penyembuhan. Selain itu, mereka juga menyuguhkan layanan penyokong konsep hidup sehat.

”Untuk mendukung gaya hidup sehat perlu adanya makanan sehat. Jadi, kami membuka restoran yang menyediakan makanan-makanan sehat bagi orang-orang yang mengikuti yoga,” kata Gunarta.

Selama pandemi, tempat yoga yang diklaim sebagai yang terbesar di Indonesia itu tak pernah tutup. Saat peserta yoga yang datang secara fisik ke Yoga Barn berkurang akibat pandemi, mereka membuka kelas-kelas yoga daring. Kelas daring itu banyak diikuti oleh orang-orang dari luar Indonesia.

Suasana di salah satu pusat yoga terbesar di Indonesia, Yoga Barn, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (22/3/2022).
KOMPAS/KRISTI D UTAMI

Suasana di salah satu pusat yoga terbesar di Indonesia, Yoga Barn, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (22/3/2022).

Wisatawan asal Rusia berbincang dengan karyawan di salah satu pusat yoga terbesar di Indonesia, Yoga Barn, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (22/4/2022).
KOMPAS/KRISTI D UTAMI

Wisatawan asal Rusia berbincang dengan karyawan di salah satu pusat yoga terbesar di Indonesia, Yoga Barn, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (22/4/2022).

Wisata kesehatan atau wellness tourism secara global, menurut organisasi nirlaba dari Amerika Serikat, Global Wellness Institute (GWI), dikutip dari laman BBC, tumbuh signifikan melebihi aktivitas wisata secara umum dalam satu dekade terakhir.

Tren ini didukung meningkatnya kesadaran dan kebutuhan masyarakat global akan pentingnya hidup berkesadaran, baik dalam menjaga pola makan, kesehatan fisik dan mental, hingga hubungan dengan sesama manusia dan lingkungan. GWI menilai, wisata kesehatan saat ini merupakan perpanjangan dari nilai dan gaya hidup para pelancong.

Wisata kesehatan memang bukan hal baru di dunia, termasuk di Bali, di mana mayoritas umat Hindu memiliki tradisi dan ritual untuk mencapai kesehatan jiwa dan raga. Namun, cara dan produk wisata kesehatan dapat terus berkembang, sama halnya dengan yang dilakukan wisatawan di Ubud.

Apakah Anda sudah pernah menjajal pengalaman ini di Ubud?

Baca juga: Tetesan Berkah di Toko Oleh-oleh Pulau Dewata

Editor:
NELI TRIANA
Bagikan