logo Kompas.id
NusantaraDampak Awan Panas Merapi,...

Dampak Awan Panas Merapi, Obyek Wisata dan Tambang Pasir Ditutup

Sejumlah obyek wisata dan lokasi tambang pasir di lereng Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ditutup sementara. Penutupan dilakukan untuk mencegah korban jika Merapi kembali erupsi.

Oleh
FERGANATA INDRA RIATMOKO, REGINA RUKMORINI, HARIS FIRDAUS
· 1 menit baca
Guguran lava pijar dari Gunung Merapi terlihat dari Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (4/1/2022) dini hari.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Guguran lava pijar dari Gunung Merapi terlihat dari Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (4/1/2022) dini hari.

SLEMAN, KOMPAS — Setelah Gunung Merapi mengeluarkan rangkaian awan panas guguran dengan jarak terjauh 5 kilometer, sejumlah obyek wisata dan lokasi pertambangan pasir di lereng Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ditutup sementara. Penutupan dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban jika sewaktu-waktu Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran.

”Untuk penambangan, aksesnya sudah ditutup. Alat berat sudah steril sehingga kalau ada potensi luncuran awan panas kembali, mudah-mudahan tidak ada korban,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan, Kamis (10/3/2022).

Editor:
GREGORIUS MAGNUS FINESSO
Bagikan