logo Kompas.id
NusantaraKonsep ”Sister Village”...

Konsep ”Sister Village” Kembali Diandalkan untuk Respons Peningkatan Aktivitas Merapi

Erupsi Gunung Merapi sempat membuat sebagian warga mengungsi. Namun, mereka kembali ke rumah masing-masing setelah situasi aman. Ganjar meyakini, warga terlatih dan siap mengungsi saat terjadi bencana.

Oleh
KRISTI DWI UTAMI
· 1 menit baca
Warga melihat endapan material dari erupsi Gunung Merapi di Sungai Gendol, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (10/3/2022). Beberapa saat sebelumnya, Gunung Merapi mengeluarkan sejumlah awan panas guguran dengan jarak terjauh mencapai 5 kilometer.
Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Warga melihat endapan material dari erupsi Gunung Merapi di Sungai Gendol, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (10/3/2022). Beberapa saat sebelumnya, Gunung Merapi mengeluarkan sejumlah awan panas guguran dengan jarak terjauh mencapai 5 kilometer.

SEMARANG, KOMPAS — Konsep desa bersaudara atau sister village kembali diandalkan menyikapi potensi peningkatan aktivitas Gunung Merapi. Sejauh ini, belum ada titik pengungsian bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana Merapi.

Gunung Merapi mengeluarkan rangkaian awan panas pada Rabu (9/3/2022) malam hingga Kamis (10/3/2022) pagi. Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), tercatat 17 kali awan panas guguran.

Editor:
CORNELIUS HELMY HERLAMBANG
Bagikan