logo Kompas.id
Nusantara”Bapirang”, Warga Manado...
Iklan

”Bapirang”, Warga Manado Bersolek Rayakan Natal

Menjelang akhir tahun, orang Manado ramai-ramai mempercantik diri, tampil beda dan bergaya. Merayakan Natal dengan sukacita sekaligus untuk merefleksikan capaian diri.

Oleh
KRISTIAN OKA PRASETYADI
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/3LDIiMDs74-jHmPt8EVevpYMrXE=/1024x684/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2F68590929-3cb6-45d2-b65d-ba1f2e4fef09_jpg.jpg
KOMPAS/KRISTIAN OKA PRASETYADI

Warga dengan rambut dicat pirang bersantai di tepi pantai kawasan bisnis Megamas, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (21/12/2021). Permintaan pengecatan rambut sedang meningkat di Manado menjelang Natal dan Tahun Baru.

Bayi Yesus Kristus boleh saja lahir dalam kesederhanaan kandang ternak di Bethlehem. Namun, orang Manado di Sulawesi Utara tidak boleh tidak tampil perlente saat merayakan kedatangan Sang Juru Selamat. Hal ini membudaya dalam tradisi populer mengecat rambut alias bapirang.

Saking populernya, orang bilang tidak hanya musim hujan yang datang pada bulan Desember di Manado, tetapi juga musim bapirang. Tak percaya? Pergilah ke tempat-tempat ramai, entah mal atau pasar. Sangat mudah untuk menemukan orang-orang berkulit sawo matang yang rambutnya pirang menyala.

Editor:
Agnes Theodora W.W.
Bagikan