logo Kompas.id
NusantaraDedi Irwanto Muhammad Santun, Pemberi Makna Sejarah Sumsel

Dedi Irwanto Muhammad Santun, Pemberi Makna Sejarah Sumsel

Dari buku ini, warga Sumsel bisa belajar dari konsep pembangunan Belanda yang lebih dulu memperkuat ideologi masyarakat sebelum membangun ruang kota secara fisik.

Oleh RHAMA PURNA JATI
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RHAMA PURNA JATI

Bemula dari keprihatinannya atas sumber literatur yang terbatas, Dedi Irwanto Muhammad Santun menembus batas. Dia membuat buku dan artikel untuk mengupas tuntas sumber sejarah yang masih tertimbun. Dia juga menciptakan pusat kajian dan wadah untuk para sejarawan muda menyalurkan inspirasinya.

Prihatin pada terbatasnya sumber literatur sejarah Sumatera Selatan (Sumsel), Dedi Irwanto Muhammad Santun (48) memutuskan untuk menembus batas. Bukan sekadar menarasikan situasi masa lampau di ”Bumi Sriwijaya” melalui tulisan atau buku sejarahnya, tetapi juga menggali makna di balik setiap peristiwa.  Sebab, pada hakikatnya, kisah masa lalu merupakan bahan refleksi bagi setiap orang untuk melangkah di masa kini dan masa depan.

Kegelisahan itu dia sampaikan di teras rumahnya di Palembang, Rabu (10/11/2021), sembari sesekali menyeruput segelas kopi hangat yang kemudian ia letakkan di atas meja kayu. Teringat ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas Negeri I Pedamaran Ogan Komering Ilir, Sumsel, Dedi kerap ke perpustakaan sekolah untuk mencari buku sejarah.

Editor: dahonofitrianto
Bagikan